Galian Drainase Jelupang Raya Picu Kemacetan di Jam Sibuk, Papan Proyek dan Aliran Pembuangan Dipertanyakan

BisnisMetro,TANGERANG SELATAN- Arus lalu lintas di Jalan Jelupang Raya, Kecamatan Serpong Utara, tersendat pada Kamis sore kemarin (13/8/2026). Kemacetan panjang melanda beberapa saat, dari kedua arah, baik menuju kawasan BSD maupun sebaliknya ke arah Tol Jelupang. Penumpukan kendaraan ini dipicu oleh tumpukan tanah galian proyek pembangunan saluran drainase yang memakan badan jalan.

Pantauan di lokasi sekitar pukul 16.15 WIB, kemacetan paling krusial terjadi di depan pintu masuk sebuah akademi bulutangkis di wilayah RT 15 RW 05. Pengendara dari kedua arah terpaksa harus mengantre dan bergantian jalan untuk dapat melintas. Situasi kian semrawut karena bertepatan dengan jam sibuk pulang kerja masyarakat.

Di titik tersebut, terlihat lebih dari lima pekerja berompi hijau muda sedang sibuk bercampur tukang angkut memindahkan tanah galian ke atas truk pengangkut berwarna kuning dengan nomor polisi berwarna putih. Sayangnya, aspek keselamatan kerja tampak diabaikan; helm pelindung para pekerja hanya digeletakkan di atas tanah.

Akibat tidak adanya petugas resmi maupun pelaksana proyek yang mengatur jalan, karyawan dari akademi bulutangkis setempat terpaksa turun tangan mengurai kemacetan.

“Iya pak, saya menjaga nama baik member tempat kita saat keluar masuk, agar selamat,” ungkap seorang pria asal Jawa Timur yang berjaga di lokasi. Menariknya, pria tersebut sempat mengira wartawan yang meliput sebagai pelaksana proyek. Ia juga membeberkan bahwa proyek galian ini sudah berlangsung sejak hari Rabu dua hari lalu.

Berdasarkan penelusuran wartawan di lapangan, titik awal penggalian saluran air yang menggunakan u-ditch merek Arcon ini dimulai dari depan usaha dagang “Keramik Deny Jaya”. Para pekerja tampak membongkar jalan menggunakan alat drill listrik manual tanpa fasilitas genset.

Saat dikonfirmasi mengenai keberadaan papan plang informasi proyek, tidak ada yang terlihat di titik penggalian maupun pemasangan u-ditch ukuran 60 tersebut. Aktivitas pengerjaan pun berjalan tanpa didampingi oleh pengawas atau penanggung jawab lapangan.

“Disana pak papan proyeknya, dekat bengkel,” ujar salah satu pekerja sambil menunjuk ke lokasi yang berjarak sekitar 20 hingga 30 meter dari titik mereka bekerja.

Saat papan informasi tersebut ditemukan, tertera bahwa proyek ini bertajuk Pembangunan Saluran Drainase Kota Jalan Jelupang Raya Segmen 3 Kecamatan Serpong Utara. Proyek tersebut dilaksanakan oleh PT Arcon Beton Abadi dengan nilai kontrak sebesar Rp 392.911.000,- menggunakan anggaran daerah tahun 2026.

Selain masalah kemacetan, ditemukan sejumlah kejanggalan dalam pelaksanaan proyek ini. Pada titik tempat papan proyek dipasang, sebelumnya sudah dilakukan penggalian tanah namun kini justru diurug kembali menggunakan puing. Muncul dugaan titik tersebut batal dikerjakan karena terhalang oleh jaringan kabel bawah tanah.

Padahal, jika titik awal itu dikerjakan, aliran pembuangan air diperkirakan bisa tersambung ke arah u-ditch di lingkungan gang sekitar yang kontur jalannya menurun menuju tempat pembuangan akhir.

Kondisi ini berbanding terbalik dengan fakta penggalian yang berlangsung sore itu. Para pekerja menggali dari titik yang terputus dan menyudahinya di titik yang terputus pula, sehingga ujung pembuangan air menjadi tidak jelas arahnya.

Ketika ditanya ke mana arah akhir pembuangan air dari drainase yang sedang mereka bangun, para pekerja di lapangan mengaku sama sekali tidak mengetahuinya.

“Enggak tahu pak, saluran buangnya sebelah mana,” ucap salah seorang pekerja galian secara blak-blakan. Sampai berita ini diturunkan, pihak pelaksana dari PT Arcon Beton Abadi belum dapat ditemui di lokasi untuk memberikan klarifikasi terkait kesemrawutan lalu lintas dan kejelasan teknis saluran drainase tersebut.(SG)***