GPRA Bukukan Pendapatan Rp454,29 Miliar di 2025, Tetap Optimistis Kembangkan Proyek Hunian

Bisnismetro.id, JAKARTA – PT Perdana Gapuraprima Tbk (GPRA) tetap menunjukkan optimisme di tengah kondisi pasar properti yang masih menghadapi tantangan sepanjang 2025. Perseroan mencatat pendapatan sebesar Rp454,29 miliar pada tahun buku 2025 dan terus melanjutkan pengembangan sejumlah proyek strategis di sektor residensial maupun hospitality.

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar di Jakarta, Senin (29/6/2026), manajemen menyampaikan bahwa strategi perusahaan selama tahun lalu difokuskan pada pengembangan proyek secara selektif, menjaga fleksibilitas keuangan, serta memperkuat sumber pendapatan berulang (recurring income).

Di sektor hunian, GPRA meluncurkan Cluster Orchid di Perumahan Metro Cilegon, serta melanjutkan pengembangan sejumlah proyek seperti The Botanica Signature Padjadjaran Bogor, The Botanica Cibubur, Puri Semanan Residence Jakarta Barat, Cluster Savana Botheo, Cluster Llanos Phase 2, hingga Cluster Monteverde.

Oplus_132098

Sementara di sektor hospitality, perusahaan terus mengoptimalkan kinerja sejumlah hotel yang dikelola, di antaranya Nemuru Grand Bhuvana Ciawi, Nemuru Grand Anyer Palazo, Nemuru The Bellezza Suites, Nemuru Grand Suites MT Haryono Jakarta, dan Hotel Grand Serpong sebagai penopang pendapatan berulang.

Dari sisi kinerja keuangan, GPRA membukukan pendapatan sebesar Rp454,29 miliar, turun sekitar 12,14 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp517,03 miliar. Laba bersih juga tercatat sebesar Rp83,97 miliar, atau turun sekitar 32,21 persen dibandingkan 2024.

Meski demikian, manajemen menilai kinerja tersebut masih tergolong solid mengingat pasar properti nasional masih menghadapi tekanan, terutama dari sisi daya beli masyarakat dan pembiayaan.

Penjualan rumah tapak dan ruko masih menjadi kontributor terbesar terhadap pendapatan perusahaan dengan nilai sekitar Rp272,37 miliar atau hampir 60 persen dari total pendapatan.

Selain mengesahkan laporan tahunan dan laporan keuangan 2025, pemegang saham juga menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp1 per saham kepada para pemegang saham.

RUPST juga menyetujui sejumlah agenda lainnya, di antaranya perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris, pembaruan data pemegang saham dalam Sistem Administrasi Badan Hukum, penyesuaian Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025, serta rencana pelaksanaan right issue yang akan dilakukan setelah memenuhi ketentuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI).

Manajemen menyatakan akan tetap berhati-hati dalam menentukan arah pengembangan bisnis pada 2026 dengan tetap mengedepankan disiplin eksekusi, menjaga keseimbangan sumber pendapatan, serta memanfaatkan peluang pertumbuhan ketika kondisi pasar mulai membaik.(Yd)***