Bisnis Metro,TANGERANG SELATAN- Program ambisius Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) untuk menyediakan ribuan titik WiFi gratis di ruang publik demi mewujudkan “Smart City” menuai tanda tanya di tingkat akar rumput. Di perkampungan penanganan kumuh, alih-alih dinikmati warga hingga ke teras rumah, sinyal internet cuma “numpang lewat” di udara. Pak RT pun hanya bisa gigit jari melihat tiang pancang, sementara gadgetnya tetap hampa sinyal.
Ditulis Jumat (14 November 2025) sosok Adie, Ketua RT01 di Kampung Pisangan Barat Kelurahan Cirendeu, Ciputat Timur, mengungkapkan rasa pasrahnya. Ia mengaku telah hampir setahun mengusulkan pemasangan titik WiFi melalui Diskominfo, namun realitanya, titik yang terpasang hanya menjangkau area balai warga di RT02 atau posbindu di rumah Pak RW05, tidak sampai ke pemukiman padat di sekitarnya.
Berdasarkan penelusuran, Pemkot Tangsel telah memasang lebih dari seribu titik WiFi gratis di berbagai lokasi seperti taman kota, sarana ibadah, dan balai warga. Program ini dirancang untuk dinikmati di ruang publik, bukan untuk jangkauan residensial. Kendala teknis seperti padatnya bangunan, banyaknya penghalang, dan batasan jangkauan access point menjadi biang keladi sinyal yang tidak merata.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Tangsel, Tb. Asep Nurdin, pun juga dalam siaran pers sebelumnya menjelaskan bahwa pemasangan dilakukan berdasarkan usulan masyarakat dan ditujukan untuk ruang publik. Pihaknya juga telah membuka layanan pengaduan melalui WhatsApp jika terjadi gangguan di lokasi yang sudah terpasang. “Kami rutin memonitor, tapi partisipasi warga melapor juga penting,” katanya.
Namun, bagi Pak RT Adie dan ratusan warga lainnya, janji “Smart City” yang terkendala sinyal ini terasa ironis. Di tengah kebutuhan internet yang kian meningkat untuk sekolah daring, majelis taklim, TPA, ronda jaga kelilling kampung di malam hari, atau bekerja, kesenjangan akses ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi Pemkot Tangsel untuk memastikan program kerjanya benar-benar dirasakan manfaatnya secara adil dan merata, tidak hanya di pusat kota, tapi juga di pelosok perkampungan.(SG)***












