Kisruh Penguasaan Parkir RSU Tangsel, Ratusan Massa Ormas PP Geruduk Kantor Pol PP

Megapolitan82 Dilihat

Bisnis Metro,TANGERANG SELATAN- Ratusan massa dari salah satu Ormas berkumpul di halaman kantor Satpol PP, Kecamatan Setu, Tangerang Selatan (Tangsel), Senin (18/9/2023). Mereka berkonvoi mengendarai motor hingga mobil bercorak khas loreng.

Dari penelusuran di lokasi diketahui, kehadiran ratusan massa Ormas itu dipicu urusan perparkiran di area Rumah Sakit Umum (RSU) Jalan Padjajaran, Pamulang. Mereka bersikeras menolak pengambilalihan parkir oleh perusahaan pemenang tender.

Nampak massa Ormas beberapa kali meneriakkan pekik perjuangan organisasi di depan kantor Satpol PP. Sementara, beberapa petugas Satpol PP hanya bisa bersiaga di pintu masuk sambil menunggu kedatangan aparat kepolisian.

Dari jadwal yang diterima, mediasi soal perparkiran itu digelar hari ini di kantor Satpol PP. Para pihak turut dilibatkan seperti RSU, Dinas Perhubungan, Dinas Penanaman Modal, Dinas Kesehatan, hingga perusahaan pemenang tender parkir PT BCI.

Tak beberapa lama, petugas kepolisian tiba di lokasi. Nampak pula dikerahkan seunit mobil bus tahanan dari Mapolres Tangsel.

“Ini kegiatan insidentil aja. Nggak ada, nggak ada pemberitahuan (pengerahan massa),” terang Kabag Ops Polres Tangsel, AKP Yulianto Timang, di lokasi.

Timang mengatakan, pihaknya mendapat informasi intelijen soal adanya pengerahan massa dalam mediasi di lokasi.

“Iya baru tahu berdasarkan laporan dari anggota intelijen, kita datang. Kalau rapatmya kita tahu ada di sini, cuman kan ada pengerahan massa dari Ormas itu, karena banyak kesini, untuk mengeliminir ancaman kita datang kesini,” jelasnya.

Massa Ormas membubarkan diri berbarengan sebelum puluhan personil dari Mapolres Tangsel dan Polsek Cisauk tiba di lokasi. Mediasi itu sendiri berakhir buntu, sebab pihak Ormas tetap bersikeras tak mau melepas penguasaan parkir di area RSU Pamulang.

“Masing-masing kami memertahankan hak sebagai masyarakat yang memang sejak awal sudah aktif di objek tersebut,” ujar Ketua Majelis Pimpinan Cabang Tangsel Pemuda Pancasila, M Reza AO, di lokasi.

Menurut Reza, dengan alasan apapun pihaknya tidak akan mau bergeser meninggalkan pos parkir di pintu masuk rumah sakit pemerintah itu. Kata dia, anggotanya tak memiliki gaji tetap dan hanya mencari nafkah dengan memungut parkir di lokasi.

“Saya berharap pemerintah lebih bijak mengambil kebijakan, karena masyarakat pemuda pancasila yang dari 2017, dan ini ada histori bukan tanpa histori, artinya ya diberdayakan diberikan kesempatan. Kami akan tetap bertahan untuk hidup lebih lanjut, karena ini menyangkut kehidupan orang banyak masyarakat Tangsel,” tandasnya.

Area parkir RSU Pamulang sendiri sejak beberapa tahun lalu dikuasai kelompok Ormas. Guna menertibkan itu, pemerintah mengumumkan lelang hingga terakhir tendernya dimenangkan PT BCI. Namun, PT BCI tak berani menempati lantaran adanya penolakan dari massa Ormas.(sg)***