Bisnismetro.id, BANDUNG – Kesiapan dukungan pemeliharaan menjadi salah satu faktor penting dalam menjamin keberhasilan operasi udara, terutama untuk mendukung misi kemanusiaan dan penanggulangan bencana yang membutuhkan respons cepat dan berkelanjutan.
Komando Pemeliharaan Materiel TNI Angkatan Udara (Koharmatau) menggelar Latihan Kesiagaan II “Wijaya Sakti” Tahun 2026 melalui Gladi Posko di Ruang Rapat Basir Surya, Mako Koharmatau, Bandung, Senin (15/6/2026). Latihan tersebut menjadi sarana untuk menguji kesiapan organisasi, sistem komando dan pengendalian, serta kemampuan satuan pemeliharaan dalam memberikan bantuan pemeliharaan lapangan (banharlap) secara serentak dan berkelanjutan guna mendukung operasi tanggap bencana.
Pelaksanaan latihan dirangkaikan dengan penataran pelaku tahap II bagi para Komandan Depo Pemeliharaan (Dandepohar) selaku pelaku latihan sebagai bagian dari persiapan seluruh tahapan yang akan dilaksanakan.
Dankoharmatau Marsma TNI Rudolf P. Buulolo, S.E., M.M., selaku Pimpinan Umum Latihan menyampaikan bahwa kemampuan dukungan pemeliharaan yang teruji diperlukan untuk menjaga kesiapan operasional alpalhankam matra udara sekaligus menjamin tersedianya dukungan logistik yang cepat, tepat, dan berkelanjutan dalam operasi tanggap bencana.
Sementara itu, Dirlambangja Koharmatau Kolonel Tek Arman Rusmanto, S.T., M.Han., selaku Direktur Latihan, menjelaskan bahwa latihan juga menguji kemampuan para komandan satuan dalam proses pengambilan keputusan militer serta perencanaan dukungan banharlap di Lanud Aju guna mendukung kesiapan alpalhankam matra udara pada pelaksanaan Operasi Militer Selain Perang (OMSP).
Skenario latihan menggambarkan terjadinya bencana alam di wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat yang memerlukan respons cepat dari TNI AU. Melalui simulasi tersebut, Koharmatau menguji kemampuan jajaran pemeliharaan dalam memberikan dukungan secara terpadu, adaptif, dan berkelanjutan agar operasi udara tetap mampu mendukung misi kemanusiaan, penanggulangan bencana, serta menjaga kesiapsiagaan pertahanan negara di wilayah terdampak.











