BisnisMetro,TANGERANG SELATAN- Suasana hening menyelimuti area batching plant (pabrik pengolahan beton) PT Adhimix RMC Indonesia di Jalan Buntu, Rawa Mekar Jaya, Serpong, Tangerang Selatan. Hingga Senin (23/02/2026) siang, aktivitas produksi di perusahaan ini berhenti total pasca insiden kebocoran pipa semen yang menghebohkan warga pada 16 Februari lalu.
Berdasarkan pantauan di lokasi, garis polisi masih terpasang melintang di sekitar area mesin utama, menandakan investigasi aparat masih berjalan. Tak ada aktivitas bongkar muat bahan material maupun lalu lintas mobil molen (truk pengangkut semen) yang biasanya padat di kawasan tersebut.
“Abis kejadian itu, udah nggak produksi. Semua unit dipindahin ke Cisauk,” ujar Robin, petugas keamanan setempat, saat dikonfirmasi mengenai operasional pabrik.
Insiden yang terjadi Senin malam (16/02) tersebut membuat warga sekitar sempat panik. Debu pekat dari material semen beterbangan dan menyelimuti pemukiman warga hingga jalan raya, menyebabkan gangguan jarak pandang.
“Langit Ciater sempat tertutup debu putih,” ujar saksi mata.
Pasca kejadian, secara berturut-turut, Komisi II, IV, dan Komisi I DPRD Kota Tangsel dilaporkan telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi dan menemukan indikasi keretakan pada tabung penyimpanan, yang memicu desakan agar pemkot mengevaluasi izin operasional pabrik tersebut.
Keberadaan pabrik di tengah pemukiman padat Rawa Mekar Jaya kembali memicu sorotan. Berdasarkan informasi, pabrik ini diketahui beroperasi sejak era Kabupaten Tangerang. Namun, muncul dugaan perpanjangan izin produksi tak pernah diajukan lagi setelah wilayah tersebut menjadi bagian dari Kota Tangsel.
Penyelidikan kepolisian atas dugaan kelalaian teknis (human error atau kegagalan sistem) masih berlangsung, sementara pihak manajemen perusahaan, khususnya Kepala Plant PT Adhimix, Kundarto, belum memberikan keterangan resmi terkait langkah mitigasi yang diambil.
Publik Tangsel kini menanti tindakan tegas dari Pemkot Tangsel mengenai pengawasan industri di kawasan permukiman dan hasil akhir penyelidikan kepolisian.(SG)***












