Maulid dan Meneladani Sifat Rasulullah, Satiyan Harap anggota Balapentas Jadi Teladan Di Tempat Kerja

Bisnis Metro,TANGERANG SELATAN- Yayasan Balapentas Madani Peduli dari hasil penghitungan Satiyan, telah berusia 17 tahun. Dia menyatakan bahwa yayasan ini mulai bergerak dari Tahun 2008

“Saya menjadi Ketua Balapentas pas Tahun 2010, dan sekarang sudah Tahun 2025, maka saya sudah 15 tahun saya menjadi Ketua Balapentas,” ungkapnya saat acara Pemberian Santunan Bulanan Anak Asuh Balapentas sekaligus Peringajian Maulid Nabi SAW., pada Sabtu (18/10/2025)

Meski begitu dia berharap, bahwa apa yang sesuai dengan pertama kali perencanaan membangun Balapentas (Barisan Laskar Pendidik (Kota) Tangerang Selatan) itu mulai dari komunitas guru honorer yang bertujuan memperbaiki taraf ekonomi hidup.

Dia mengenang honorer guru pada saat itu kisaran Rp 300 ribu-500 ribu. “Makanya saya ingat betul, dan dulu kita bersepakat kalau kita mengeluh saja sama pemerintah di jaman kabupaten, dan itu tidak akan merubah nasib,” kenang Satiyan.

Mulai dari kesepakatan inilah, Satiyan bersama-sama para gunu honorer, untuk mendirikan organisasi/ komunitas untuk sama-sama pula berjuang. Kita yakini dengan berjuang, pasti ada hasilnya.

Diakui Satiyan, semboyan atau tema acara Balapentas pada kegiatan hari ini tertulis pada banner acara, berbeda dengan dari sebelumnya. “Bannernya ini, yang selalu diinspirasi Pak Acep apapun kegiatan Balapentas biasanya tertulis “Sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat buat manusia lainnya”, tapi sekarang Pak Acep lebih kreatif menuliskan tema “Mari kita rayakan kelahiran sang pembawa cahaya Nabi Muhammad SAW., dengan memperbanyak shalawat dan meneladani sunahnya”, terang Satiyan.

Diketahui bahwa pemerintah kota telah mengangkat karir para guru honorer untuk lebih baik dari sebelumnya.

“Pesan saya, Alhamdulillah karir teman-teman di Balapentas juga sudah pada bagus, iya yang tadinya guru honor sekarang sudah diangkat jadi PNS, jaman K2, sekarang sudah pada jadi kepala sekolah, kenudian juga beberapa nama sekarang sudah pada jadi kepala seksie, dan teman lainnya untuk terus lebih bagus,” katanya

Tapi ingat, lanjut Satiyan, para anggota Balapentas saat berkumpul dan pertemuan di yayasan ini, niatannya adalah Membawa Manfaat. Saya pesan kepada Keluarga Besar Balapentas, paling tidak dengan kegiatan Maulid dan Meneladani Sifat Rasulullah SAW., paling ngga kita di tempat kerja kita juga bisa menjadi teladan.

“Kalau jadi Kasie, jadilah suri tauladan, kalau jadi kepala sekolah jadilah yang menjadi suri tauladan, yang bisa membawa manfaat, karena apa, karena kita juga membawa nama besar Balapentas,” tutur Satiyan

Tak ketinggalan, pesan dia sampaikan juga untuk Anak Asuh Balapentas pada saat belajar di sekolah. “Begitu juga ya nak, di sekolah juga harus bisa bersikap dengan baik jangan sampai anak-anak Balapentas keluyuran pulang malam, atau ngga nurut sama orang tua, nakal di sekolahnya, jangan, ” ujarnya.

Secara keseluruhan jumlah anak asuh Balapentas berjumlah 40, tapi sekarang tinggal 35 anak “Sudah ada 8 anak yang telah lulus SMA itu 2 anak yang kuliah di Unpam dan UMJ, kemudian 1anak yang pengabdian. Kemudian yang tidak nerusin (untuk kuliah) itu ada 5 anak, sehingga kita putus atau stop untuk biaya pendidikannya,” pungkas Satiyan di Sekretariat Yayasan Balapentas Madani Peduli beralamat di Jalan Cendrawasih RT04 RW02 Kelurahan Sawah Baru Kecamatan Ciputat.(Sg)***