BisnisMetro,TANGERANG SELATAN- Di tengah pesatnya pembangunan di Kota Tangerang Selatan, terselip sebuah kisah pilu dari sudut Kelurahan Jombang. Pak Nasim, seorang warga yang tinggal di RT 01 RW 07, Jombang, Ciputat, harus menelan pahitnya kemiskinan di sebuah rumah yang sudah tidak layak huni.
Kondisi rumah Pak Nasim sangat memprihatinkan. Sebagian besar gentengnya telah ambruk, menyisakan lubang besar yang membuat penghuninya terpapar langsung oleh cuaca. Namun, di balik musibah atap yang runtuh tersebut, muncul sebuah ironi yang menyedihkan: lubang di atap itu kini menjadi tumpuan harapan mereka untuk mendapatkan air.
Setiap kali hujan turun, keluarga Pak Nasim segera menyiapkan bak dan ember tepat di bawah bagian atap yang bocor. Air hujan yang jatuh langsung ke dalam wadah tersebut mereka gunakan untuk keperluan MCK (Mandi, Cuci, Kakus) sehari-hari. Bagi mereka, tetesan air hujan adalah berkah yang meringankan beban biaya air yang tak sanggup mereka bayar.
“Kalau hujan ya alhamdulillah, ember penuh bisa buat mandi dan cuci,” ungkap Mulya, salah satu anggota keluarga dengan nada getir, Minggu (22/02/2026)
Kondisi ini menambah daftar panjang potret kemiskinan di wilayah Tangsel. Meskipun Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimta) terus menggalakkan program bedah rumah atau RUTLH (Rumah Umum Tidak Layak Huni), keluarga Pak Nasim tampaknya masih harus bersabar menunggu giliran bantuan menyapa gubuk mereka.
Warga sekitar berharap agar pihak terkait segera melakukan survei dan memberikan bantuan renovasi total sebelum struktur bangunan yang tersisa benar-benar rata dengan tanah dan membahayakan nyawa penghuninya.(SG)***








