Bisnismetro.id, JAKARTA – Menginspirasi, Staf Ahli Kasau Kolonel Sus H.Dr. Muttaqin, M.Ag., berikan sambutan pada acara Wisuda Sarjana ke-140 UIN Syarif Hadayatullah bertempat di Auditorium Harun Nasution UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Sabtu (23/5/26).
757 orang wisudawan/wisudawati turut dihadiri oleh Rektor UIN Syahid Jakarta Prof. Asep Saepudin Jahar, MA, P.hd, Sekretaris Senat Prof. Dr. Masri Mansoer, M.Ag, Para Wakil Rektor, para Dekan, para Guru Besar dan Kepala Biro.
Kolonel Muttaqin dalam sambutannya, diawali dengan sebuah pantun, *Ke Ciputat beli soto babat*,*Macetnya bikin jantungan*, *Selamat pagi wisudawan/Wisudawi hebat*,*Akhirnya lulus setelah sekian purnama mimpi wisuda jadi beneran* (disambut hadirin bertepuk tangan).
Selanjutnya Muttaqin menceritakan, “dulu, waktu masih kuliah di Ciputat, modal saya cuma baju koko, sarung, dan doa ibunda, kuliah di UIN itu berkah, tapi tantangannya luar biasa, musuh terbesar kami adalah macetnya pasar Ciputat dan kejaran deadline skripsi, sekarang, kalian lulus, musuhnya sudah beda lagi yaitu, algoritma media sosial dan jaringan internet yang kadang tenggelam seperti harapan palsu mantan.
“Saya berdiri di depan kalian, seperti berkaca pada masa lalu, seringkali orang bertanya, “pak Muttaqin, kok bisa lulusan UIN, bisa berpangkat Kolonel di Angkatan Udara, lalau saya jawab, “itulah hebatnya UIN Jakarta!”, kita dididik tidak hanya untuk fasih membaca kitab suci, tetapi juga fasih membaca tanda-tanda zaman, ketika memutuskan masuk ke dunia militer melalui jalur perwira karier, banyak yang meragukan, “anak IAIN/UIN bisa apa di militer?”, tapi modal dari kampus ini bukan hanya intelektualitas, melainkan mentalitas, disini kita diajari moderasi, ketahanan mental, keikhlasan, dan spiritualitas yang kokoh,”ungkap Muttaqin.
Kemudian dia menegaskan, justru nilai-nilai agama itulah yang menjadi kompas moral saya dalam menjaga kedaulatan bangsa, jika hari ini seorang alumni UIN bisa menjadi perwira menengah TNI, maka saya pastikan, kalian yang duduk di kursi wisuda hari ini punya peluang yang jauh lebih besar.
“Dengan mengusung tema, “Meneguhkan Cita-Cita Kebangsaan dalam Mewujudkan Generasi Digital yang Kompetitif”, menurutnya hidup di era di mana perang tidak lagi hanya terjadi di medan fisik, perang hari ini ada di genggaman tangan kalian!, perang hari ini adalah perang informasi, perang siber, perang ideologi di dunia maya, musuh bangsa saat ini bukan lagi penjajah yang membawa senjata, melainkan hoaks yang memecah belah, judi online yang merusak mental pemuda, dan radikalisme digital yang bertentangan dengan ideologi Pancasila,” ungkapnya.
Dia menegaskan, kalian adalah generasi pewaris sah dari cita-cita para pendiri bangsa, jangan menjadi generasi digital yang lembek!, jangan jadi generasi yang hanya mencari zona nyaman, yang baru dikritik sedikit di dunia maya langsung mental breakdown, jadilah “prajurit digital” yang kompetitif, yang menguasai teknologi untuk membawa Indonesia maju, namun tetap memiliki hati selembut santri dan jiwa sekeras baja untuk NKRI.
“Tunjukkan pada dunia bahwa alumni UIN Syarih Hidayatullah mampu bersaing di Silicon Valley pusat teknologi paling hebat di dunia, namun jangan lupa bersujud di atas sajadah, kalian bisa menguasai kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), namun tetap memiliki kecerdasan moral dan spiritual. Jika Indonesia di tahun-tahun mendatang membutuhkan pemimpin yang menguasai teknologi sekaligus menjaga keutuhan bangsa, saya ingin berteriak dengan lantang, “lihatlah ke UIN Syahid Jakarta!, di sanalah rahim para pemimpin itu dilahirkan!,”ujar Muttaqin.
Diakhir sambutanya Kolonel Muttaqin berpesan, “di atas langit ada langit, di dalam gadget ada kuota, jangan pernah lupa pada orang tua, karena doa merekalah yang meluncurkan kalian sampai ke titik ini,” selamat berjuang di medan bakti yang sesungguhnya. Jaga nama baik almamater, tegakkan kepala kalian, langkahkan kaki dengan tegap, bangsa ini menanti karya-karya hebat dari kalian.(Red)***






