Ormas FBR Pondok Kacang Timur Kota Tangsel Bantu Program Nasional Orangtua Asuh, Begini Pendanaannya

Sosbud282 Dilihat

Bisnis Metro,TANGERANG SELATAN- Ormas Forum Betawi Rempug (FBR) Pondok Kacang Timur, Tangerang Selatan (Tangsel) menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1444 Hijriah. Kegiatan tersebut digelar di sekretariat Program Pendidikan Gratis-Orangtua Asuh FBR Gardu 0224, Jalan Raya Pondok Kacang RT03 RW03 Pondok Kacang Timur, Pondok Aren Tangsel, Kamis (17/11/2022) malam.

Dihadiri puluhan internal anggota FBR Pondok Kacang Timur. Acara tersebut mengundang tokoh agama Kota Tangsel, Ustadz H Jahari yang akrab disapa Uje.

H Wawan, alias Macho, Ketua FBR Gardu 0224 “Kuda Perang” Pondok Kacang Timur Kota Tangsel, mengatakan kegiatan Maulid Nabi ini untuk memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Acara juga dibarengi santunan anak yatim piatu.

“Kebetulan maulid ini sengaja kita sebagai muslim memang harus apresiasi merayakan maulid Nabi Muhammad Rasulullah SAW,
terlebih ini menjadi ajang silaturahmi saya khususnya kepada masyarakat khususnya lingkungan Pondok Kacang Timur, dan satu poin lagi ini secara internal saya lakukan silaturahmi juga kepada anak anak asuh,” ungkap Wawan.

Lanjutnya, bahwa FBR di wilayahnya ini juga mempunyai program pendidikan orang tua asuh. “Alhamdulillah tadi 50 hadir,” ucapnya.

Dengan acara silaturahmi ini diiringi dengan Maulid Nabi SAW, harapannya, dalam hal bidang pendidikan ini sebagai ormas bisa membantu program pemerintah.

:Semoga umur kita semakin bertambah yang tadinya hanya beberapa puluh orang, semoga ke depan bisa menjadi ratusan,” harapnya.

Pendanaan yang saya miliki jujur ini dari internal anggota saya dari mana itu kebetulan alhamdulillah dari mengakomodiran tenaga kerja yang lewat FBR.

“Ini teman teman setiap gajinya memberikan infaq kepada pengurus, nah dari dana-dana itulah yang kita kelola untuk membiayai anak-anak asuh, ditambah lagi dari kocek-kocek secara pribadi anggota FBR,” katanya.

Mengakhiri penyampaiannya, walaupun ada beberapa sekolah negeri yang diketahui, gratis, namun pendidikan swasta tidak terlepas dari banyaknya biaya,.

“Dan masyarakat ekonomi lemah ini yang betul-betul target yang harus kita sentuh, untuk membantu pendanaan pendidikan ini,” pungkasnya.(sg)