Bisnismetro.id, JAKARTA – Pengakuan sebagai umat Nabi Muhammad SAW tidak cukup hanya sebatas pengakuan lisan saja, melainkan harus diwujudkan dalam bentuk ketaatan, keteladanan akhlak dan konsistensi menjalankan syariat Islam.
Demikian yang sampaikan oleh al-Ustadz Suherman, M.A., M.Pd, dalam tausyiahnya pada kegiatan keagamaam di Masjid Darusalam Makodau I Halim Perdanakusuma Jakarta, Rabu (14/1/26).
Lebih lanjut al-Ustadz mengatakan, sebagai umat Rasulullah SAW menuntut konsekuensi nyata dalam kehidupan sehari-hari, yakni dengan mentaati segala perintah dan menjauhi larangan beliau, karena hakikatnya perintah dan larangan Nabi SAW adalah perintah dan larangan Allah SWT.
“Umat yang diakui oleh Rasulullah SAW adalah mereka yang senantiasa meneladani sunnah dan akhlak mulia beliau, seperti kasih sayang terhadap sesama, keteguhan dalam akidah, serta menjaga sopan santun dan etika dalam bermasyarakat. Setiap amal perbuatan juga harus dilandasi dengan niat yang tulus semata-mata untuk mencari ridha Allah SWT, bukan karena kepentingan duniawi.
” Sebagai tanda pengenal umat Nabi Muhammad SAW di akhirat kelak, yaitu cahaya putih yang memancar dari bekas anggota tubuh yang digunakan untuk berwudhu, sebagai bukti konsistensi ibadah selama hidup di dunia. Hal ini menjadi pembeda sekaligus kemuliaan bagi umat Islam yang istiqamah”,ujarnya.
Sebagai penutup, Ustadz Suherman menjelaskan bahwa Allah SWT telah menetapkan bahwa umat Nabi Muhammad SAW sebagai khairu ummah (umat terbaik), yaitu umat yang senantiasa menyeru kepada kebaikan, mencegah kemungkaran, dan beriman dengan teguh kepada Allah SWT, dan diharapkan seluruh personel Makodau I semakin mantap keimanannya, berakhlak mulia, serta mampu mengimplementasikan nilai-nilai Islam dalam pelaksanaan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.(Red)***







