Pusdiklat Tekfunghan Selenggarakan Diklat Fungsional Penjenjangan Auditor Ahli Muda dengan Terapkan Metode E- learning.

Bisnismetro.id, JAKARTA – Pusdiklat Tekfunghan berkerja sama dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan ( BPKP) untuk menyiapkan SDM pengawasan auditor agar dapat memimpin suatu tim pengawasan yang handal.

Kapusdiklat Tekfunghan Kemhan Dra. Endang Purwaningsih, M.Si. mengatakan, Penyelenggaraan Diklat Fungsional Penjenjangan Auditor Ahli Muda TA. 2023, ini merupakan lanjutan dari diklat sebelumnya yaitu Diklat Fungsional Penjenjangan Auditor Ahli Pertama”, ujarnya saat
Ngopi bareng bersama Media Massa di Ruang Common Room Pusdiklat Tekfunghan, Jakarta, Rabu ( 15/2/2023).

Diklat Fungsional Penjenjangan Auditor Ahli Muda TA.2023 ini menjadi diklat yang kali pertamanya dilaksanakan oleh Pusdiklat Tekfunghan. Dimana Diklat Fungsional Penjenjangan Auditor Ahli memiliki empat tingkatan yaitu: Pertama, Muda, Madya dan Utama. Untuk Diklat Auditor Ahli tingkat pertamanya sudah dilaksanakan sejak tahun 2012.

Kapusdiklat Tekfunghan berharap Diklat Auditor Ahli tingkat Madyanya tahun depan sudah bisa dilaksanakan,” harapnya.

Diklat Fungsional Penjenjangan Auditor Ahli Muda Kemhan dan TNI TA. 2023 kali ini dilaksanakan dengan waktu pembelajaran selama 6 Minggu, mulai tanggal 8 Februari s.d. 15 Maret 2023, diikuti oleh 20 personel yang terdiri dari Kemhan sebanyak 6 orang, berikut dari Mabes TNI 1 orang, TNI AD 7 orang, TNI AL 3 orang serta TNI AU 3 orang.

“Saat ini yang mendaftar ada sebanyak 89 orang yang mendaftar. Dalam seleksi diterima sebanyak 20 orang, dan cadangan 3 orang. Namun oleh karena tidak ada yang mengundurkan diri, sehingga yang cadangan tersebut tidak dapat masuk. Ke 20 orang tersebut telah mempunyai sertifikat Diklat Fungsional Penjenjangan Auditor Ahli Pertama,” ucap Kapusdiklat.

Sedangkan metode pembelajaran diselenggarakan secara blended learning dan menggunakan sistem E-learning ( elektronic learning atau pembelajaran elektronik) dengan menggunakan teknologi internet untuk memfasilitasi, menyampaikan, dan memungkinkan berjalannya proses pembelajaran jarak jauh.

Selain lebih efektif dan berteknologi, konsep pembelajaran inilah yang kini dipakai dan diterapkan oleh Pusdiklat Tekfunghan Kemhan.

Sementara awak media yang hadir diajak Room Tour ke ruangan e-Learning. Metode pendidikan Diklat di Pusdiklat Tekfunghan Kemhan kini dengan metode E- learning. Untuk menunjang program metode pembelajaran berbasis internet ini Tekfunghan telah memiliki 41 unit e- Learning pembelajaran.

E- learning merupakan Sistem pembelajaran elektronik atau e- pembelajaran (Inggris: Electronic learning disingkat E-learning) dapat didefinisikan sebagai sebuah bentuk teknologi informasi yang diterapkan di bidang pendidikan berupa website yang dapat diakses di mana saja. E-learning merupakan dasar dan konsekuensi logis dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi.

E- learning yang dimiliki Pusdiklat Tekfunghan Kemhan ini terdiri diantaranya : Perangkat komputer simulatin terdiri dari layar, keyboard, PC dan mouse juga jaringan internet.

Perangkat e learning terdiri dari Perangkat keras (hardware).
2. Perangkat lunak (software).
3. Infrastruktur (jaringan intranet maupun internet).
4. Konten pembelajaran.
5. Strategi komunikasi pemanfaatan elearning dalam pembelajaran.

Dalam prakteknya E-Learning memerlukan bantuan teknologi. Dalam perkembangannya, komputer yang paling populer dipakai sebagai alat bantu pembelajaran secara electronic, karena itu dikenal dengan istilah : computer based learning (CBL) yaitu pembelajaran yang sepenuhnya menggunakan komputer; dan computer assisted learning (CAL) yaitu pembelajaran yang menggunakan alat bantu utama komputer.

Dalam pelaksanaan pembelajaran sehari-hari adalah kombinasi dari teknologi yang dituliskan di atas (audio/data, video/data, audio/video).

E- learning juga dapat mempersingkat jadwal target waktu pembelajaran, dan tentu saja menghemat biaya yang harus dikeluarkan oleh sebuah program studi atau program pendidikan.

Selain itu E-learning telah mempersingkat pembelajaran dan membuat biaya studi lebih waktu ekonomis.

E-learning mempermudah interaksi antara peserta didik dengan bahan/materi, peserta didik dengan dosen/guru/instruktur maupun sesama peserta didik.

Peserta didik dapat saling berbagi informasi dan dapat mengakses bahan- bahan belajar setiap saat dan berulang-ulang, dengan kondisi yang demikian itu peserta didik dapat lebih memantapkan penguasaannya terhadap materi pembelajaran.

Dengan adanya e-learning para guru/dosen/instruktur akan lebih mudah: melakukan pemutakhiran bahan-bahan belajar yang menjadi tanggung jawabnya sesuai dengan tuntutan perkembangan keilmuan yang mutakhir. Juga mengontrol kegiatan belajar peserta didik.(***)