BisnisMetro,TANGERANG SELATAN- Pemandangan kurang sedap menghiasi Jalan Ciater, Serpong, tepat di seberang Kantor Kelurahan Rawamekarjaya pada Senin (4/3) siang sekitar pukul 11.45 WIB. Sebuah kendaraan pengangkut sampah mobil bak dengan bodi kepala putih dan bak hitam terpantau melintas dalam kondisi yang membahayakan kenyamanan publik.
Kendaraan tersebut tampak memuat sampah rumah tangga yang menumpuk menjulang tinggi. Meski sampah-sampah tersebut sudah dibungkus plastik, sang sopir sama sekali tidak menutup muatannya dengan terpal, sesuatu yang seharusnya menjadi standar operasional prosedur (SOP) angkutan sampah untuk mencegah sampah terjatuh atau menyebarkan bau tak sedap di sepanjang jalur utama.
Ironisnya, saat awak media mencoba mengingatkan risiko dari muatan yang tidak tertutup tersebut, respons sang sopir justru di luar dugaan. Alih-alih berhenti atau menunjukkan itikad baik, ia hanya memberikan “senyum tipis” sambil terus memacu kendaraannya.
Padahal, Pemerintah Kota Tangerang Selatan diketahui masih dalam masa kewaspadaan tinggi terkait pengelolaan sampah. Berdasarkan data terbaru, status Darurat Sampah di Tangsel bahkan sempat diperpanjang hingga Januari 2026 akibat kendala di TPA Cipeucang.
Kehadiran armada sampah yang “nakal” dan mengabaikan keselamatan di jalan raya seperti ini mencoreng upaya Pemkot dalam menata kebersihan kota. Masyarakat dan pengguna jalan berharap adanya tindakan tegas dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) maupun Satpol PP untuk menertibkan armada-armada pengangkut sampah baik milik pemerintah maupun swasta yang masih mengabaikan penggunaan penutup terpal.(SG)***






