Siang ini, Tim Evakuasi WNI di Sudan akan Berangkat dari Halim

Bisnismetro.id, JAKARTA – Pemerintah Republik Indonesia akan memberangkatkan tim gabungan untuk mengevakuasi WNI yang tinggal di Sudan, imbas kondisi yang memanas di negara tersebut akibat pertempuran bersenjata yang terjadi. Tim evakuasi dijadwalkan berangkat dari Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, pukul 14.00 WIB, Senin (24/4/2023).

Keberangkatan pasukan TNI ke Sudan tersebut dikonfirmasi oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. Retno menyebut bahwa tim evakuasi yang terdiri dari Tim Pengamanan TNI, Tim Kesehatan dari Puskes TNI, dan personel Kementerian Luar Negeri akan berangkat hari ini menuju Jeddah dengan menggunakan pesawat TNI Angkatan Udara.

Keberangkatan tim evakuasi WNI di Sudan akan dipimpin langsung oleh Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono.

“Sekali lagi kami mohon doanya. Pemerintah akan berusaha sekuat tenaga untuk membawa WNI keluar dari wilayah konflik dengan selamat,” ujar Retno dalam keterangan videonya, Senin (24/4/2023).

Retno menyampaikan per Senin pagi (24/4/2023), evakuasi tahap pertama sedang dilakukan. Sebanyak 538 WNI saat ini tengah beristirahat di rumah persinggahan di Port Sudan, sebelum diberangkatkan menuju Jeddah melalui jalur laut dan dievakuasi ke Indonesia.

“WNI yang dievakuasi sebagian besar adalah mahasiswa Indonesia, pekerja migran Indonesia, karyawan perusahaan Indofood dan staf KBRI beserta keluarganya,” jelas Retno.

Evakuasi tahap pertama ini dilakukan dengan menggunakan delapan bus dan satu mini bus KBRI. 538 WNI yang terdiri dari 273 perempuan, 240 laki-laki, dan 25 balita berangkat dari Khartoum pada Minggu tanggal 23 April pukul 08.00 waktu setempat atau sekitar 13.00 WIB.

Sementara untuk evakuasi kedua, terdapat 289 WNI lainnya yang sebagian besar adalah mahasiswa dan lima pekerja perusahaan. Retno meminta WNI yang belum melapor, untuk segera menghubungi KBRI Khartoum agar dapat didata untuk evakuasi tahap kedua.

Retno juga menjelaskan bahwa evakuasi tidak dapat dilakukan dalam satu tahap karena adanya pembatasan bahan bakar untuk bus yang mengangkut para WNI.

“Untuk itu saya himbau agar setiap WNI yang masih berada di Sudan dan belum melaporkan diri, mohon agar segera melaporkan keberadaannya ke KBRI Khartoum agar juga dapat dilakukan evakuasi pada tahap kedua,” ujar Retno.(***)