BisnisMetro,TANGERANG SELATAN- Menjelang peringatan hari jadi Taruna Siaga Bencana (TAGANA) ke-22, semangat kepedulian sosial justru ditunjukkan melalui aksi nyata di lapangan. Bertempat di area pembangunan Tandon dan Long Storage Puri Bintaro Indah (PBI), Kelurahan Jombang, Ketua Kampung Siaga Bencana (KSB) “Sigap”, Sudarmanto, menyampaikan apresiasi mendalam kepada para relawan Tagana.
“Kami atas nama segenap pengurus KSB mengucapkan selamat ulang tahun ke-22 untuk Tagana. Semoga tetap semangat dan makin solid. Tagana selama ini sangat membantu warga PBI, baik dalam penanganan banjir maupun pembinaan rutin kepada kami,” ujar Sudarmanto di sela aksi bersih-bersih lahan, Selasa (24/3/2026).
Namun, ada pesan tersirat yang kuat di balik aksi ini. Kegiatan bebersih ini menyasar eks bedeng proyek pembangunan tandon APBD 2025 yang terbengkalai. Warga menilai pihak penyedia jasa konstruksi abai terhadap sisa material proyek yang membuat lingkungan kumuh.
“Ini inisiatif warga. Kami bersihkan puing-puing material bedeng agar lahan seluas sekitar 150-200 meter ini tidak kumuh dan bisa tepat guna. Sayang kalau dibiarkan berantakan,” tegas Darmanto.
Menariknya, pembersihan ini sepenuhnya menggunakan dana kas lingkungan, mulai dari pembongkaran saat menjelang akhir Ramadhan lalu hingga pengangkutan limbah material menggunakan mobil hari ini untuk dibuang keluar area perumahan.
Heri, anggota Tagana Tangsel, turut terjun langsung mendukung aksi tersebut. Ia mengapresiasi kemandirian KSB Jombang yang bermarkas di PBI. Menurutnya, jiwa sosial tidak hanya muncul saat bencana alam, tapi juga dalam menjaga kebersihan lingkungan.
“Kami ikut andil hari ini. Namanya aksi sosial itu bukan cuma saat ada bencana, tapi menjaga kebersihan juga bentuk pengabdian. Semoga teman-teman KSB tetap ikhlas bergerak,” pungkas Heri.
Aksi mandiri warga ini diharapkan menjadi catatan bagi Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (DSDABMBK) Kota Tangsel untuk lebih memperketat pengawasan terhadap kontraktor pemenang tender agar menyelesaikan pekerjaan hingga tuntas, termasuk pembersihan sisa material proyek (housekeeping), agar tidak membebani warga secara finansial maupun tenaga.(Sg)***












