BisnisMetro,TANGERANG SELATAN- Impian warga dan siswa SMKN 2 Tangerang Selatan untuk memiliki tandon atau kolam retensi yang asri kini dipertanyakan. Kolam penampungan air yang berlokasi di area sekitar sekolah ini berubah layaknya hamparan sawah hijau akibat invasi rumput dan eceng gondok. Yang paling meresahkan, kolam ini seolah mati suri tanpa tanda-tanda kehidupan ikan sedikit pun.
Kondisi ini sangat disayangkan mengingat tujuan awal pembangunan tandon adalah untuk konservasi air, penyeimbang ekosistem, sekaligus ruang terbuka yang bermanfaat. Alih-alih menjadi habitat ikan yang sehat atau tempat edukasi lingkungan, tandon ini justru dipenuhi gulma liar yang mendominasi permukaan air. Minimnya kadar oksigen akibat tertutupnya permukaan air oleh rumput liar, diduga menjadi pemicu utama matinya ekosistem biota air di dalam kolam tersebut.
Jika dibiarkan, bukan tidak mungkin kolam ini justru menjadi sarang nyamuk, sumber bau tidak sedap, dan berpotensi mencemari kualitas air di sekitar wilayah Pondok Aren.
Kepada BisnisMetro.id, warga setempat dan pemerhati lingkungan mendesak Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Dinas terkait untuk segera turun tangan.
“Normalisasi tandon, pembersihan gulma secara berkala, serta penebaran benih ikan secara terprogram mendesak untuk segera dilakukan agar fungsi ekologis kolam retensi ini dapat kembali dirasakan oleh lingkungan sekitar,” ujar warga secara singkat, Rabu 3 Juni 2026.(SG)***






