TEDxSampoerna University 2026, Inisiatif Perkuat Resiliensi dan Jati Diri Gen Z di Tengah Disrupsi

Bisnismetro.id, JAKARTA – Sampoerna University menggelar TEDxSampoerna University 2026 dengan tema “AfterAll: What Remains Beneath” di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki. Acara yang kini memasuki penyelenggaraan keenam ini menghadirkan delapan pembicara terkurasi yang membahas tiga subtema utama: “Beneath Idea”, “Beneath Action”, dan “Beneath Expression”. Ketiga subtema tersebut kemudian dikembangkan ke dalam topik-topik sesuai keahlian dan latar belakang profesional masing-masing pembicara. Termasuk di antaranya, Edward Tirtanata, CEO & Founder Kopi Kenangan serta Naya Anindita, sutradara film hadir untuk menginspirasi Gen Z Indonesia membangun nilai diri dan resiliensi di tengah era disrupsi.

Edward Tirtanata, CEO & Founder Kopi Kenangan, hadir membawakan topik ‘Behind the Pitch: The Power of Resilience in Innovation’. Topik ini berangkat dari realita bahwa meski perusahaan rintisan terus bermunculan dalam beberapa tahun terakhir, hanya sedikit yang benar-benar mampu bertahan. Edward, yang bukan berasal dari latar belakang yang ahli di bidang kopi, membuktikan bahwa brand yang didirikannya selama sembilan tahun adalah bukti nyata dari perjalanan tersebut.

“Kami mempunyai misi besar menjadi jaringan kedai kopi nomor satu di Indonesia hingga kancah internasional. Akan tetapi, ada banyak rintangan yang tidak kecil dan harus kami lewati seperti pandemi Covid-19, tekanan inflasi, hingga ekspansi yang terlalu melebar sebelum pondasinya benar-benar kuat. Dari titik inilah, kami memilih untuk membangun kembali dari dalam mulai dari menyusun ulang strategi brand, memperketat fokus pada satu identitas brand tanpa distraksi, hingga mengubah cara pandang bahwa kami bukan sekadar menjual kopi sebagai komoditas saja, tetapi sebagai sebuah brand. Inilah sebuah tekad yang saya lakukan bersama tim, dan sebagai seorang founder, saya tidak akan berhenti berusaha menjadi versi yang lebih baik hari ini daripada hari kemarin,” cerita Edward.

Selain Edward, TEDxSampoerna University 2026 juga mengundang Naya Anindita, seorang sutradara film yang dikenal lewat karya-karyanya seperti Imperfect the Series dan Komang. Mengangkat topik ‘Why Real Beats Perfect’, Naya berbagi perjalanannya sebagai seorang seniman yang pernah berusaha keras mengejar kesempurnaan dalam setiap karyanya, hingga akhirnya menyadari bahwa kesempurnaan itu tidak pernah benar-benar memiliki ujung. Dirinya sering merasakan kegagalan dan dari situlah, Naya menemukan sesuatu yang jauh lebih berharga yakni kejujuran dalam berkarya serta keberanian untuk tetap menjadi diri sendiri.

“Kegagalan itu manusiawi dan merupakan bagian dari proses yang tidak bisa kita hindari. Daripada berusaha untuk tidak gagal, lebih baik belajar untuk menerimanya. Karena dari kegagalan itulah kita tumbuh, berkembang, dan menemukan versi diri yang lebih baik dari sebelumnya. Pada akhirnya, yang bisa kita lakukan adalah terus melangkah maju,” ungkap Naya.

Kedua topik ini beresonansi kuat dengan visi Sampoerna University dalam mempersiapkan mahasiswanya untuk sukses di panggung global. Dengan menghadirkan kurikulum berstandar Amerika Serikat (AS) yang diakui secara global, Sampoerna University membekali lulusannya dengan kompetensi akademik yang kuat sekaligus kemampuan berpikir kritis dan adaptif. Kualitas yang sama ini sangat dibutuhkan untuk bertahan maupun bersaing di tengah ketidakpastian.

Apalagi, tema “AfterAll: What Remains Beneath” di TEDxSampoerna University 2026 lahir dari realita bahwa perubahan kini terjadi semakin cepat, mulai dari lompatan teknologi seperti AI yang mengubah cara kita bekerja dan berinteraksi, pergeseran budaya yang terjadi hampir tanpa jeda, hingga disrupsi karier yang semakin sulit diprediksi. Laporan Ipsos AI Monitor tahun 2024 menunjukkan bahwa 44 persen responden di Indonesia percaya bahwa AI akan mengubah bagaimana manusia bekerja dalam waktu lima tahun ke depan. Kondisi ini juga dirasakan oleh Gen Z, yang kini tidak hanya mempertanyakan pilihan karier mereka, tetapi juga arah dan makna hidup di tengah perubahan yang begitu dinamis. Melalui tema ini, TEDxSampoerna University 2026 kembali mengajak generasi muda untuk melihat kembali apa yang tetap bertahan di balik segala perubahan yakni nilai diri, resiliensi, kreativitas, dan kemanusiaan sebagai “jangkar” dalam menghadapi masa depan.

Mewakili Sampoerna University, Erik Krauss selaku Vice Rector of Student Success turut hadir dan memberikan apresiasi atas terselenggaranya acara TEDxSampoerna University 2026. “Acara ini mencerminkan komitmen kami terhadap kesuksesan mahasiswa, tidak hanya secara akademik tetapi juga sebagai individu yang tangguh dan jelas arah tujuannya. Kami bangga melihat bagaimana kepanitiaan telah menghadirkan ruang yang begitu bermakna dan menginspirasi bagi generasi muda Indonesia. Kami berharap acara ini bisa menjadi salah satu yang paling dinanti setiap tahunnya, sekaligus mendorong perkembangan ide dan semangat berkarya di tengah era disrupsi saat ini,” tutup Erik.(Red)***