Terima Kenyataan, Topografi Kelurahan Muncul Kota Tangerang Selatan Ada 30 Titik Tebing Rawan Longsor

Megapolitan140 Dilihat

Bisnis Metro,TANGERANG SELATAN- Longsor baru-baru ini terjadi di salah satu titik tebing yang berada di Kampung Sengkol, Muncul, Setu, Tangerang Selatan (Tangsel). Meski tak ada korban jiwa, namun sejumlah rumah terdampak atas peristiwa itu.

Wilayah Muncul merupakan kelurahan dengan area terluas di Kota Tangsel. Di sana disebutkan ada sekira 30 titik pemukiman yang berbatasan langsung dengan tebing. Kedalaman tebing itu cukup variatif, yakni antara 1 hingga 7 meter.

Topografi permukaan tanah di wilayah Muncul memang banyak dipenuhi tebing dengan kedalaman variatif. Hal itu dilatarbelakangi adanya bekas galian-galian tanah pada tahun 1980-an silam.

“Di Muncul ini ada sekitar 30 titik tebing. Tebing itu kebanyakan belum diturap, tapi ada juga yang sudah (diturap). Ini dulunya memang bekas galian buat ngurug PIK di Jakarta,” terang Sekretaris Kelurahan Muncul, Muhamad Ali, Kamis (25/05/23).

Dari 30 titik pemukiman yang bertebing itu, ada ratusan Kepala Keluarga (KK) yang tinggal di sekitarnya. Longsor pun mengintai manakala hujan deras turun. Salah satunya menimpa kediaman Sunardi (37) di RT03 RW01, pada Minggu 21 Mei 2023.


Longsor di sana terjadi beberapa saat usai hujan deras turun mengguyur. Tebing yang berada sekira 5 meter di atas rumah Sunardi longsor hingga materialnya menghantam bagian dapur. Khawatir longsor susulan terjadi, keluarga kecil itu pun terpaksa mengungsi ke rumah tetangga.

Tak hanya rumah di bagian bawah yang terdampak longsor, pada tebing atas terdapat pula beberapa rumah yang terancam ambles tergerus longsor. Salah satunya kediaman Maryani (65) yang tinggal bersama 2 anak dan 3 cucunya yang masih kecil.

Rumah janda renta itu kini hanya berjarak sekira 1 meter dari tebing yang longsor. Bukan tidak mungkin, jika hujan deras kembali melanda maka tebing di sana kembali ambles dan longsor. Hal serupa juga bisa juga terjadi pada deretan rumah di samping kediaman Nenek Maryani.

“Kita sudah pikirkan, bagaimana untuk rumah-rumah terdampak yang ada di bawah tebing dan juga rumah-rumah yang di atas tebing. Memang solusinya itu dibuat turap lebih dulu biar ke depan lebih aman,” jelas Ali.

Ditemui terpisah, Nenek Maryani berharap turap segera dibuat oleh Pemkot guna mengantisipasi longsor susulan. Apalagi cuaca saat ini masih terbilang ekstrem karena bisa berubah-ubah setiap saat.

“Saya takut aja kalau hujan lagi, longsor lagi, bisa kena rumah saya. Mudah-mudahan cepet dikerjain turapnya,” ucapnya.