Bisnismetro.id, JAKARTA – Film aksi internasional The Furious menghadirkan perpaduan antara pertarungan brutal, drama emosional, dan isu kemanusiaan yang relevan. Disutradarai oleh Kenji Tanigaki, film ini mengisahkan perjuangan seorang ayah yang berusaha menyelamatkan putrinya dari jaringan perdagangan manusia yang beroperasi di Asia Tenggara.
Cerita berpusat pada Wang Wei yang harus menghadapi mimpi buruk ketika putrinya menjadi korban penculikan oleh sindikat perdagangan manusia. Dalam pencariannya, ia bertemu dengan Navin, seorang jurnalis investigasi yang diperankan oleh Joe Taslim. Navin memiliki luka yang sama mendalam setelah kehilangan orang yang dicintainya akibat jaringan kejahatan tersebut.
Keduanya kemudian bekerja sama membongkar konspirasi besar yang melibatkan para pelaku perdagangan manusia dan pihak-pihak berkuasa yang korup. Sementara itu, Yayan Ruhian tampil sebagai sosok antagonis yang menjadi ancaman utama dalam perjalanan mereka.
Salah satu daya tarik utama The Furious adalah koreografi laga yang intens dan realistis. Film ini menghadirkan pertarungan yang menggabungkan nuansa aksi klasik ala Jackie Chan, intensitas seri Ip Man, hingga kebrutalan yang mengingatkan pada The Raid. Hampir seluruh adegan aksi dibangun melalui kemampuan fisik para pemain tanpa ketergantungan berlebihan pada efek visual komputer.
Joe Taslim mengungkapkan bahwa untuk mendalami karakter Navin, dirinya melakukan riset mendalam mengenai dunia jurnalisme investigasi dan kasus perdagangan manusia.
“Saya banyak menonton dokumenter sih, di YouTube banyak banget, ada ABC, In Depth, yang mayoritas mengupas apa yang terjadi oleh jurnalis investigasi, kebanyakan dari Australia, tentang social trafficking di negara Asia Tenggara,” ujar Joe Taslim dalam konferensi pers film tersebut di Jakarta.
Pendalaman karakter tersebut terlihat dalam penampilan Joe yang tidak hanya menampilkan kemampuan bertarung, tetapi juga menghadirkan sisi emosional seorang pria yang dihantui kehilangan dan rasa keadilan.
Kolaborasi Joe Taslim dan Yayan Ruhian juga menjadi salah satu magnet utama film ini. Keduanya kembali dipertemukan dalam sebuah film laga internasional setelah sama-sama dikenal luas lewat kiprahnya di genre aksi. Kehadiran dua aktor Indonesia tersebut semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pemasok talenta laga terbaik di industri perfilman dunia.
Meski memiliki beberapa kelemahan pada pengembangan karakter antagonis dan subplot pendukung yang belum tergarap maksimal, The Furious tetap berhasil menghadirkan pengalaman menonton yang memacu adrenalin sekaligus menguras emosi.
Dengan tema perdagangan manusia yang relevan, aksi pertarungan yang brutal namun realistis, serta penampilan kuat dari Joe Taslim dan Yayan Ruhian, The Furious menjadi salah satu film laga yang patut diperhitungkan tahun ini. (Yd)***











