TNI AL Evakuasi 8 ABK TB Sinar Pwan- I Yang Tenggelam di Perairan Kendawangan Kalimantan Barat

Peristiwa, TNI Polri181 Dilihat

Bisnismetro.id, KALBAR — TNI Angkatan Laut (TNI AL) bersama tim SAR Gabungan melaksanakan penyelamatan serta evakuasi tenggelamnya TB Sinar Pawan – I, di Perairan Kendawangan, Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat, Minggu (12/02) lalu.

Setelah Pos TNI Angkatan Laut (Posal) Kendawangan menerima informasi atas peristiwa kapal tenggelam, prajurit TNI AL langsung bergerak menuju titik kejadian dan mengevakuasi 8 ABK TB Sinar Pawan-I yang terapung apung di laut. Atas peristiwa ini, dua ABK yaitu Nahkoda a.n Suwardi dan Ardi Satrio sebagai Juru Mudi sampai dengan saat ini belum ditemukan, dan masih dalam pencarian Tim SAR Gabungan.

Peristiwa tersebut berawal pada Minggu tanggal 12 Februari 2023 sekitar pukul 08.00 WIB, setelah melaksanakan loading Bauxite ke MV. Jian Fa, TB. Sinar Pawan – I yang menggandeng TK. UMV 01 kembali menuju PT. Cita Mineral Investindo Tbk (CMI) di Desa Kelampai Kecamatan Kendawangan.

Pukul 09.00 WIB pada saat perjalanan kembali, TB. Sinar Pawan – I diterjang ombak dan angin kencang akibat cuaca buruk yang terjadi di Perairan Kendawangan, sehingga kapal oleng dan mengakibatkan kapal tenggelam dengan posisi terbalik.

Prajurit TNI AL dari Posal Kendawangan langsung melaksanakan SAR dengan menggunakan TB. Pioneer 18, dengan hasil ditemukan 8 (delapan) orang korban ABK TB. Sinar Pawan – I mengapung di laut, selanjutnya dievakuasi ke Pelabuhan Umum Kendawangan untuk pemeriksaan kesehatan di Puskesmas Kendawangan, sedangkan dua lainnya masih dalam pencarian.

“Tim SAR Pangkalan TNI AL Ketapang melaksanakan pencarian ABK TB. Sinar Pawan 1 yang belum ditemukan dengan menyisir perairan Kendawangan dengan menggunakan RHIB dan sampai dengan saat ini masih belum ditemukan 2 (dua) orang ABK tersebut, dan pencarian dilanjutkan besok,” ungkap Kapten Laut (P) Putra Yudha Pasintel Lanal Ketapang.

Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa, Satuan TNI AL akan selalu sigap merespon kondisi kedaruratan. “Dimanapun TNI AL berada harus punya nilai manfaat untuk masyarakat sekitar. Kita akan terus melaksanakan Operasi Militer Selain Perang, bekerja sama dengan Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Pusat, terlebih jika masyarakat membutuhkan kehadiran personel ataupun unsur TNI AL,” tegas Laksamana TNI Muhammad Ali.(***)