Bisnismetro.id, JAKARTA – TNI AU melalui Dinas Pengembangan Operasi TNI Angkatan Udara (Disbangopsau) menggelar coffee morning bersama Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dan AirNav Indonesia di Ruang Rapat Disbangopsau, Rabu (5/2/2026). Forum ini menjadi ruang temu untuk memperkuat sinergi sipil–militer dalam pengelolaan ruang udara nasional.
Mengusung tema meningkatkan kolaborasi TNI Angkatan Udara dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara serta AirNav Indonesia, pertemuan tersebut sekaligus menjadi sarana sosialisasi rencana pengembangan satuan operasi serta program operasi dan latihan TNI AU tahun 2026.
Dalam sambutannya, Kadisbangopsau Marsma TNI Muhammad Mujib, S.E., M.M., menyebutkan ruang udara kini tidak dapat dipandang secara sektoral. Menurutnya, kolaborasi sipil–militer dalam manajemen lalu lintas udara merupakan kebutuhan agar aktivitas penerbangan sipil dan militer dapat berjalan aman dan efisien.
“Kekuatan udara nasional tidak hanya ditopang alutsista dan kemampuan tempur, tetapi juga kemampuan berkolaborasi dan membangun sinergi lintas sektor, khususnya dalam pengelolaan ruang udara nasional,” ujarnya.
Dalam forum tersebut juga disampaikan pemaparan dari Sesdiskum Diskumau Kolonel Kum Dr. Lidia Rina D., S.H., M.H. mengenai implementasi Undang-Undang Pengelolaan Ruang Udara. Selain itu, paparan disampaikan Kasubdisnav/LLU Disbangopsau Letkol Pnb Didi Rahmat S., M.Han. mengenai rencana kebutuhan ruang udara untuk operasi dan latihan TNI AU.
Melalui dialog yang berlangsung, diharapkan terbangun kesamaan persepsi dan kepercayaan antara TNI AU, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, dan AirNav Indonesia dalam menjawab tantangan pengelolaan ruang udara nasional ke depan.
Turut hadir Direktur Navigasi Penerbangan Ditjen Hubud, Samsu Rizal, GM JATSC beserta staf, Paban IV Dukopslat Sops Koopsudnas, serta perwakilan AirNav Indonesia, Direktorat Bandar Udara Ditjen Hubud, Sopsau, Srenaau, dan Puslaiklambangjaau.(Red)***









