TNI Perkuat Pemantauan Aktivitas Gunung Anak Krakatau dan Pencarian Lima Jurnalis di Selat Sunda

Banten – TNI terus mendukung pemantauan aktivitas Gunung Anak Krakatau sekaligus pelaksanaan pencarian terhadap lima jurnalis yang hilang kontak di wilayah Perairan Selat Sunda. Upaya tersebut dilakukan melalui pengerahan unsur kapal perang dan Kapal Angkatan Laut (KAL) untuk memastikan kondisi perairan serta membantu proses pencarian, Kamis-Jumat (10–11/9/2026).

Dukungan pemantauan aktivitas Gunung Anak Krakatau sebelumnya dilaksanakan KRI Lepu-861 yang tergabung dalam Operasi Gada Wira BKO Danguspurla Koarmada I. KRI Lepu-861 membawa unsur Forkopimda Lampung untuk melihat secara langsung kondisi Gunung Anak Krakatau dan perairan sekitarnya. Dari pemantauan tersebut, aktivitas erupsi kecil masih terlihat sehingga aspek keselamatan pelayaran terus menjadi perhatian.

Dalam perkembangan pencarian lima jurnalis yang hilang kontak, TNI AL bersama Tim SAR Gabungan melakukan penyisiran di sejumlah wilayah perairan yang diduga menjadi lokasi hilang kontak. Pada hari ketiga pencarian, KAL Anyer I-3-64 Lanal Banten menemukan sebuah pelampung di sebelah barat Perairan Cikoneng-Labuan. Temuan tersebut kemudian diperiksa untuk memastikan keterkaitannya dengan para jurnalis yang tengah dicari.

Memasuki hari keempat, KAL Anyer kembali menemukan sebuah pelampung di Perairan Anyer, sekitar tiga mil dari lokasi penemuan sebelumnya. Pelampung tersebut langsung dibawa ke posko untuk dilakukan identifikasi. TNI AL dan Tim SAR Gabungan belum dapat memastikan keterkaitan kedua temuan tersebut dengan lima jurnalis yang hilang kontak dan tetap mengedepankan proses pemeriksaan serta pencarian di lapangan.

TNI bersama seluruh unsur yang terlibat akan terus melakukan pencarian dan pemantauan di wilayah Perairan Selat Sunda. Upaya tersebut merupakan bentuk komitmen TNI dalam mendukung keselamatan pelayaran, pemantauan aktivitas Gunung Anak Krakatau, serta membantu pencarian dan penyelamatan masyarakat yang membutuhkan pertolongan.