Tutup Rangkaian Musrenbang se-Ciputat, Kelurahan Jombang Terima Pagu Rp4 Miliar Lebih

BisnisMetro,TANGERANG SELATAN- Kelurahan Jombang resmi menjadi lokasi penutup rangkaian Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kelurahan di wilayah Kecamatan Ciputat untuk tahun anggaran 2027. Acara yang digelar di Aula Kelurahan Jombang pada Kamis (29/1/2026) ini berlangsung penuh optimisme meski disertai sejumlah catatan strategis.

Lurah Jombang, Iwan Sutisna, dalam laporannya menyampaikan rasa syukur atas peningkatan anggaran yang diterima.

“Alhamdulillah, pagu indikatif kita Rp4.005.000.000. Kami telah merekap seluruh usulan F1 yang akan dirumuskan menjadi F2. Harapannya, apa yang dirumuskan hari ini benar-benar terealisasi demi kemajuan warga Jombang,” ujarnya.

Kegiatan diawali dengan khidmat melalui pembacaan doa dan lagu Indonesia Raya, sebelum dilanjutkan dengan arahan dari para pemangku kepentingan.

Hadirnya tiga legislator DPRD Kota Tangsel dari Daerah Pemilihan (Dapil) Ciputat menjadi sorotan utama. Maria Teresa (Fraksi Gerindra) mengapresiasi kedetailan usulan warga Jombang dan menekankan pentingnya partisipasi aktif warga dalam mengawal usulan.

“Meskipun kami dari fraksi yang berbeda, sinergitas antar dewan untuk Ciputat sangat solid. Kami juga fokus pada isu nasional dan lokal, seperti penataan kawasan Pasar Jombang yang masih terasa ‘risih’. Kami mohon dukungan warga untuk program Teba dan Biopori agar masalah sampah di Ciputat segera teratasi,” ungkap Maria.

Senada dengan itu, An Daryono Wiyono (Fraksi Nasdem) memberikan motivasi bagi para Ketua RT dan RW. Ia menceritakan pengalamannya yang pada 2023 masih duduk sebagai peserta Musrenbang (Ketua RT), dan kini berdiri sebagai anggota dewan.

“Ketua RT dan RW punya kesempatan yang sama untuk mengabdi lebih luas. Kehadiran kami di sini adalah kewajiban untuk memastikan program usulan masyarakat dikerjakan sebaik-baiknya,” tegas An Daryono. Sementara itu, Emilio Reyhan (Fraksi PDIP) menegaskan komitmennya untuk mengawal hasil Musrenbang tahun ini agar dapat diimplementasikan secara maksimal pada tahun anggaran 2027.

Camat Ciputat, Mamat, memberikan catatan penting mengenai fluktuasi pagu anggaran. Ia menjelaskan bahwa pagu Musrenbang sangat bergantung pada kontribusi pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) masyarakat.

“Ada penurunan pagu sekitar Rp300 juta dibandingkan tahun lalu. Ini menandakan adanya penurunan pendapatan PBB di tahun 2025. Saya berharap ke depan, Musrenbang ini tetap fokus mengakomodir isu-isu krusial seperti penanganan stunting, pengelolaan sampah, penanggulangan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga anak putus sekolah di wilayah Jombang,” tutur Camat Mamat.

Acara ini turut dihadiri perwakilan Bapelitbangda Kota Tangsel, jajaran Ketua RT, Ketua RW, serta tokoh masyarakat setempat yang antusias mengawal arah pembangunan lingkungan mereka untuk tahun-tahun mendatang.(SG)***