BisnisMetro,TANGERANG SELATAN- Proyek pembangunan fasilitas olahraga megah, Accola Sports Centre, di Jalan Al Hikmah, Kampung Maruga RT 03 RW 08, Kelurahan Ciater, Serpong, kini tengah menjadi sorotan publik. Pembangunan di atas lahan seluas 1,4 hektare tersebut diduga keras belum mengantongi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).
Aktivitas ‘Kucing-kucingan’ di Balik Gerbang Tertutup
Berdasarkan pantauan di lokasi, kesan tertutup sangat melekat pada proyek ini. Akses masuk utama ditutupi oleh gerbang tinggi yang dilapisi fiber hitam pekat, membuat aktivitas di dalam area nyaris tak terlihat dari jalan.Suasana bagian depan proyek pun terkesan sepi. Tidak ada papan informasi proyek yang terpampang—sebuah kewajiban yang lazimnya dipenuhi oleh setiap pembangunan berskala besar. Namun, pemandangan berbeda terlihat saat mengintip dari sela-sela gerbang. Sejumlah pekerja tampak sibuk merampungkan berbagai sisi bangunan.
Pemerintah Kecolongan, Warga Resah
Proyek yang dikembangkan oleh PT DMS Laguna ini disebut telah berjalan selama kurang lebih empat pekan. Anehnya, Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Kota Tangerang Selatan mengaku belum mengetahui adanya pembangunan tersebut. Pihak dinas menyatakan baru akan melakukan pengecekan status perizinan.
Kondisi ini seolah menabrak instruksi tegas Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan. Sebelumnya, Pilar secara lantang menegaskan bahwa seluruh proyek tanpa PBG di wilayahnya harus ditindak tegas dan dihentikan sementara hingga perizinannya rampung.
Hingga saat ini, warga sekitar mendesak agar pemerintah daerah segera turun tangan melakukan inspeksi. Hal ini penting untuk memastikan kepatuhan tata ruang, dampak lingkungan, serta menegakkan aturan yang berlaku di Kota Tangsel.
Manajemen Belum Buka Suara
Tim media mencoba meminta keterangan langsung di lokasi proyek. Namun, pria yang bertugas menjaga gerbang hanya meminta waktu untuk berkoordinasi dengan pihak manajemen dan belum memberikan pernyataan resmi terkait legalitas bangunan.
Proyek yang menelan lahan luas ini sebelumnya diproyeksikan menjadi pusat kebugaran modern berkonsep one-stop solution yang menyasar warga di sekitar kawasan BSD dan sekitarnya. Namun, ambisi tersebut kini dibayangi oleh masalah kepatuhan administratif yang belum terselesaikan.(SG)***






