BisnisMetro,TANGERANG SELATAN- Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (DSDABMBK) tengah memacu Proyek Pembangunan Penangkap Air Terintegrasi Kali Serua Segmen Pondok Maharta senilai Rp 9,6 Miliar dari APBD 2026. Proyek yang dikerjakan oleh PT Pikra Putri Mandiri ini ditargetkan rampung dalam waktu 180 hari kalender guna mengatasi persoalan banjir kronis yang kerap merendam wilayah Perumahan Pondok Maharta, Kelurahan Pondok Kacang Timur, Kecamatan Pondok Aren.
Pantauan di lokasi pada Minggu (13/9/2026), satu unit alat berat ekskavator (beko) besar dikerahkan untuk menggali jalur penampungan air baru (long storage). Jalur ini dirancang untuk mengalirkan luapan air hujan langsung ke dalam sistem gorong-gorong di bawah jalan guna mengantisipasi banjir kiriman yang biasa mencapai ketinggian sepinggang orang dewasa di jalanan utama boulevard Maharta.
Meskipun mendukung penuh upaya pemerintah dalam penanganan banjir, sejumlah warga setempat menyampaikan catatan kritis terkait dampak langsung proses konstruksi terhadap kenyamanan, kesehatan, serta aspek K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) di lingkungan pemukiman.
Beny, salah seorang warga RW 10 Perumahan Maharta, berharap pihak kontraktor menjaga kualitas struktur bangunan dan hasil akhir (finishing) proyek agar tidak menimbulkan efek samping negatif bagi rumah warga. Ia mengungkapkan kekhawatirannya terhadap penggunaan alat breaker pada ekskavator yang memicu getaran kuat.
Penggaliannya pakai model breaker, getarannya itu terasa sampai ke dalam rumah. Harapan kami jangan sampai getaran ini merubuhkan pondasi bangunan atau memicu abrasi kontur pondasi warga. Hal ini jujur membuat kami was-was,” ujar Beny, Minggu (13/9/2026).
Selain getaran, Beny menyoroti masalah debu tanah galian yang beterbangan ke rumah-rumah warga di tengah musim kemarau saat ini. Warga meminta agar pihak pelaksana melakukan penyiraman secara berkala demi menjaga kesehatan lingkungan. Kurangnya sosialisasi yang menyeluruh di tingkat RW 10 juga membuat sebagian warga terdampak tidak mengenal siapa pelaksana maupun konsultan pengawas di lapangan.
Berdasarkan papan informasi proyek dengan nomor kontrak 600.1.4.3/000.3.3/002-PPKR-EP/SPK/DSDABMBK-SDA/2026, pekerjaan ini mencakup tiga wilayah yaitu RW 09, RW 10, dan RW 11. Di lokasi, terlihat banner plang proyek terpasang di area parkir luar garasi warga RT 01 RW 10, namun tidak terlihat adanya fasilitas direksi keet (kantor lapangan). Saat ini, aktivitas pekerjaan didukung oleh 4 orang pekerja lapangan, 1 operator alat berat, petugas logistik, serta staf konsultan pengawas.
Perwakilan bidang logistik dari pihak pelaksana, Patrick, menjelaskan bahwa megaproyek penanganan banjir di Pondok Maharta ini dibagi menjadi tiga segmen berdasarkan lokasi dan panjang penanganan.
“Pekerjaan long storage, kantong lumpur, dan sumur pompa ini sudah dimulai sejak awal bulan. Khusus untuk Segmen 3 di RT 01 ini, sudah ada 69 unit box culvert beton persegi panjang (merek SPI) ukuran sekitar 3×2 meter dengan berat 5 ton yang terpasang, termasuk 2 unit kantong lumpur. Total panjang terpasang saat ini berkisar 80-an meter,” jelas Patrick.
Secara keseluruhan, proyek ini terbagi atas:
-Segmen 1 (Jalan Turi): Sepanjang 141 meter
-Segmen 2 (Jalan Masjid): Sepanjang 64 meter.
-Segmen 3 (Jalan Maharta 1): Sepanjang 181 meter, mencakup 4 titik kantong lumpur dan sekitar 20 titik lubang kontrol (manhole).
Pihak kontraktor menargetkan pada pekan ini proses pengecoran jalan dan penyelesaian kantong lumpur sudah dapat mulai dilakukan demi mempercepat pemulihan fungsi jalan warga.(SG)***






