Pastikan Hak Pendidikan Aman, Komnas PA Turun Tangan Sikapi Konflik Yayasan Syarif Hidayatullah dan UIN Jakarta

BisnisMetro,TANGERANG SELATAN- Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) resmi turun tangan guna menyikapi konflik yang terjadi antara Yayasan Syarif Hidayatullah dan UIN Jakarta. Konflik yang berlokasi di Jalan Siliwangi, Pamulang ini diketahui mulai berdampak negatif terhadap kenyamanan lingkungan sekolah.

Sebagai bentuk tindakan nyata, Komnas PA melakukan visitasi dan klarifikasi langsung ke pihak yayasan serta sekolah pada Senin (07/09/2026). Langkah ini diambil untuk merespons aduan dan kekhawatiran para orang tua murid.

Ketua Umum Komnas PA, Agustinus Sirait, menegaskan bahwa kedatangan lembaga yang dipimpinnya bertujuan memastikan agar anak-anak tidak lagi terseret atau menjadi korban dari persengketaan orang dewasa.“Sebetulnya hari ini kami melakukan kunjungan ke pihak yayasan dan pihak sekolah. Beberapa waktu lalu ada aduan dari perwakilan orang tua yang datang kepada kami untuk melaporkan kekhawatirannya agar peristiwa yang terjadi tidak terulang kembali,” ujar Agustinus saat ditemui di lokasi, Senin (07/09).

Dalam kunjungan tersebut, Komnas PA menemukan adanya dugaan dampak psikis yang dialami oleh sejumlah siswa akibat konflik tata kelola ini. Agustinus menggarisbawahi bahwa posisi Komnas PA sepenuhnya netral dan tidak memihak kepada salah satu instansi yang bersengketa.“Intinya, kami mendukung proses penegakan hukum. Posisi kami bukan berada di salah satu pihak. Posisi kami adalah bagaimana anak-anak tidak terdampak atau menjadi korban dalam sengketa tentang tata kelola sekolah ini,” tegasnya.

Komnas PA sebenarnya telah menjadwalkan agenda asesmen untuk memeriksa kondisi psikologis para siswa. Namun, agenda tersebut terpaksa dijadwalkan ulang lantaran para siswa saat ini sedang menjalani Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) akibat meluasnya dampak erupsi Anak Krakatau.

Menurut Agustinus, asesmen ini sangat krusial untuk menentukan langkah pendampingan atau trauma healing yang tepat bagi anak-anak di masa mendatang. Ia juga menekankan pentingnya menjauhkan anak-anak dari area konflik agar tidak menimbulkan trauma mendalam.

Selain memeriksa kondisi siswa, Komnas PA berencana meminta klarifikasi dari pihak UIN Jakarta. Lembaga ini bahkan membuka peluang untuk bertindak sebagai mediator yang mempertemukan pihak UIN, yayasan, dan perwakilan orang tua siswa demi melahirkan komitmen bersama.

“Jangan lagi anak-anak dikorbankan dalam sengketa ini,” seru Agustinus. Ia juga menambahkan, pihaknya tidak menutup kemungkinan untuk membawa persoalan ini ke ranah hukum pidana jika nantinya ditemukan bukti kuat pelanggaran terhadap Undang-Undang Perlindungan Anak.

Di sisi lain, Ketua Yayasan Syarif Hidayatullah, Ilham Aufa, menyambut positif langkah cepat yang diambil oleh Komnas PA. Ia mengapresiasi perhatian langsung yang diberikan terhadap kondisi psikologis para siswa, guru, serta orang tua di tengah situasi konflik.

“Kami tetap berkomitmen bahwa anak-anak adalah yang pertama kami perhatikan. Selain anak-anak, tentunya orang tua dan guru-guru juga menjadi perhatian kami,” kata Ilham.

Ilham berharap keterlibatan Komnas PA dapat menjadi titik terang untuk menjamin keberlangsungan kegiatan belajar mengajar yang kondusif dalam jangka panjang. “Kedatangan dari Komnas ini bagi saya betul-betul sangat membantu untuk mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan terlindungi,” pungkasnya.

Hingga saat ini, Komnas PA memastikan proses klarifikasi dan asesmen akan terus berjalan. Mereka juga mendesak kehadiran pemerintah untuk ikut serta menjamin hak anak-anak agar dapat belajar, tumbuh, dan berkembang tanpa adanya tekanan dari sengketa tata kelola.(SG)***