BisnisMetro,TANGERANG SELATAN- Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel untuk lebih terbuka dalam pengelolaan anggaran publikasi. Keterbukaan ini dinilai krusial, terutama menyangkut standarisasi satuan harga iklan dan advertorial di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Tuntutan tersebut menjadi poin utama dalam gagasan yang diusung SMSI Tangsel melalui “Gerakan Beriklan di Media Online Lokal”. Gerakan ini lahir sebagai respons atas kondisi industri media lokal yang kian terpuruk akibat hantaman ekonomi dan minimnya pendapatan dari sektor periklanan.
Ketua SMSI Kota Tangsel, David Saragih, mengungkapkan bahwa mayoritas perusahaan pers lokal saat ini sedang berada di fase kritis. Kurangnya alokasi iklan dari instansi pemerintah maupun sektor swasta menjadi pemicu utama.

“Kita melihat faktor ekonomi yang sedang lambat pertumbuhannya. Di sisi lain, perkembangan media lokal saat ini bisa dibilang hidup segan, mati pun tak mau,” ujar David saat dikonfirmasi, Kamis (20/8).
David menjelaskan, setiap OPD pada dasarnya memiliki pos anggaran tersendiri untuk publikasi. Namun, SMSI menemukan adanya ketimpangan dan ketidakjelasan mekanisme kerja sama, serta perbedaan satuan harga iklan antar-dinas.
“Artinya, satuan harga di tiap dinas itu berbeda. Apa yang menjadi indikator penilaian mereka? Bagaimana standarisasi untuk media lokal dan bagaimana untuk media nasional?” cecar David.
Oleh karena itu, SMSI Tangsel meminta pemerintah daerah segera mengevaluasi dasar penetapan harga publikasi tersebut agar lebih jelas, adil, dan transparan bagi seluruh pemilik perusahaan media.
Lebih lanjut, David memaparkan bahwa media siber di era digital tidak boleh lagi dipandang sebelah mata dan dibatasi oleh sekat wilayah geografis. Sifat media online yang tanpa batas membuat jangkauannya menembus skala global.
“Cyber ini tidak skala cuma lokal dan nasional, tapi secara global. Pembacanya pun global. Potensinya sangat besar sebagai sarana publikasi pemerintah maupun promosi dunia usaha, dan itu butuh dukungan,” tegasnya.
David berharap Pemkot Tangsel dapat membangun sinergi yang nyata dengan perusahaan media lokal. Menurutnya, serapan anggaran publikasi yang sehat tidak hanya menjamin keberlangsungan perusahaan pers, tetapi juga berdampak langsung pada kesejahteraan para jurnalis dan pekerja media di dalamnya.
Ia memperingatkan, tanpa adanya intervensi positif dan dukungan dari pemerintah daerah serta sektor swasta, perputaran ekonomi kreatif di sektor informasi akan mandeg, dan media lokal perlahan akan gulung tikar.
“Kalau tidak ada dorongan dari pemerintah daerah ataupun pihak swasta, perlahan-lahan perusahaan media lokal akan mati. Support ini harus menjadi sinergi baru untuk perusahaan pers di lokal,” pungkas David.(SG)***






