BisnisMetro,TANGERANG SELATAN- Kenyamanan pejalan kaki dan penataan infrastruktur di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus ditingkatkan. Salah satunya melalui proyek pembangunan pedestrian dan saluran drainase di Jalan Raya Serpong yang mencakup wilayah Pakulonan dan Pondok Jagung, Kecamatan Serpong Utara. Proyek strategis yang didanai oleh APBD Provinsi Banten ini bernilai kontrak Rp13.157.130.000,00 dan ditargetkan selesai dalam waktu 175 hari kalender.
Pantauan di lokasi pada Kamis (20/8/2026) malam, aktivitas pekerja dan alat berat masih terus berjalan demi mengoptimalkan progres pembangunan.
Perwakilan PT Rajawali Aries Kreasindo, Nasri, yang ditemui saat memantau jalannya proyek pada malam hari menyatakan optimismenya terhadap waktu penyelesaian target.
“Untuk masa waktu target selama 175 hari kalender. Tapi insyaAllah bila cuaca atau musim tetap bagus mendukung seperti ini, mudah-mudahan lebih cepat rampungnya,” ujar Nasri, Kamis (20/8/2026) malam.

Proyek ini memprioritaskan kualitas material yang tinggi. Untuk saluran drainase bawah tanah, pihak kontraktor menggunakan U-Ditch merek Epindo berukuran diameter 80 cm x 1 meter x 120 cm. Saluran ini dirancang untuk menampung debit air secara maksimal guna mencegah genangan di Jalan Raya Serpong.
Di atas saluran tersebut, dibangun pedestrian ramah disabilitas menggunakan block paving produk Cisangkan berukuran 20×20 cm. Sementara untuk jalur pemandu disabilitas (guiding block) berwarna kuning, digunakan paving berukuran 30×30 cm.
Terkait desain pedestrian yang tampak sedikit berbelok-belok di beberapa titik, Nasri menjelaskan bahwa hal tersebut dilakukan demi menjaga kelestarian lingkungan sekitar.
“Di lokasi kebetulan ada banyak pohon, dan kita tidak bisa menebang pohon. Jadi memang kelihatan agak berbelok-belok. Tapi kami usahakan sesuai bagaimana untuk kenyamanan pejalan kaki dan disabilitas. Untuk lebar pedestrian sendiri bervariasi mengikuti kondisi lahan yang ada, mulai dari 1 meter, 1,5 meter, hingga 2,5 meter,” jelasnya.
Untuk mengantisipasi banjir, sistem elevasi dan titik pembuangan air (outfall) telah dipetakan secara matang. Titik-titik pembuangan dialirkan ke beberapa area strategis, seperti di depan saluran Arhanud, titik Jalan SKKI, hingga di depan perumahan wilayah Kelurahan Pondok Jagung.
“Kami juga membuat pipa inlet untuk aliran air dari jalan raya maupun dari atas pedestrian. Pipa inlet ini dipasang per jarak 5 meter dan dilengkapi dengan manhole (lubang kontrol) yang dibuat rata dengan permukaan pedestrian setiap jarak 15 meter,” tambahnya.
Demi menjaga keselamatan dan ritme kerja 25 orang pekerja di lapangan, manajemen menerapkan pengawasan yang ketat. Briefing dilakukan secara rutin dua kali sehari, yakni pada pagi dan malam hari. Pengawas dari dinas provinsi serta konsultan pengawas juga terus memantau jalannya proyek secara kontinu.
Menanggapi kendala teknis bawah tanah yang sering ditemui dalam proyek drainase, Nasri menegaskan pihaknya telah berkoordinasi sejak awal dengan para pemilik utilitas.
“Pasti kita bertemu dengan kabel-kabel bawah tanah, PDAM, dan sebagainya. Tapi untuk antisipasi, kita sudah berkoordinasi terlebih dahulu. Pihak PLN, utilitas optik, hingga PAM turut mendampingi setiap kami melakukan penggalian,” kata Nasri.
Di akhir wawancara, pihak kontraktor menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pengguna jalan dan pelaku usaha di sekitar kawasan Jalan Raya Serpong atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan selama proses pengerjaan.
“Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat, pejalan kaki, pengendara, serta para pelaku usaha sekitar. Mohon doanya agar pekerjaan ini lancar, selamat, dan selesai tepat waktu sesuai dengan apa yang kita harapkan bersama,” pungkas Nasri.(SG)***






