BisnisMetro,TANGERANG SELATAN- Pemandangan mencengangkan terjadi di lingkungan SMPN 23 Tangerang Selatan, Jalan Sukamulya, Kelurahan Serua Indah, Kecamatan Ciputat. Saat tengah meliput giat sosial keagamaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Tangsel pada Jumat (29/05/2026), sejumlah wartawan dikagetkan dengan penampakan lantai tanah yang ambles serta retak terbelah.
Kerusakan tersebut terlihat jelas memanjang di bagian samping luar tembok ruangan. Padahal, bangunan sekolah ini berstatus relatif baru. Diketahui, proyek pembangunan sekolah tersebut dikerjakan oleh kontraktor pelaksana PT PMP menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2023. Gedung ini pun baru diresmikan secara langsung oleh Walikota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, pada Rabu (3/7/2024) dengan nilai pagu anggaran mencapai Rp30 Miliar.
Temuan ini memicu tanda tanya besar di kalangan publik terkait kualitas dan mutu konstruksi bangunan. Dengan nilai fantastis tersebut, masyarakat menduga pengerjaan proyek tidak sesuai spesifikasi teknis (SPEK). Munculnya kerusakan hanya dalam kurun waktu kurang dari dua tahun pasca peresmian, mengindikasikan adanya dugaan kelalaian atau kegagalan konstruksi
Selain menyoroti kualitas fisik bangunan, sorotan tajam juga diarahkan pada lemahnya fungsi pengawasan. Publik mempertanyakan peran Konsultan Pengawas serta Dinas terkait yang terkesan kecolongan dalam mengawal jalannya proyek bernilai puluhan miliar rupiah uang rakyat ini.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan masih bungkam. Saat coba dikonfirmasi oleh awak media di lokasi, mereka belum memberikan keterangan resmi maupun penjelasan terkait akar penyebab ambles dan retaknya bangunan sekolah tersebut.
Dikhawatirkan akan membahayakan keselamatan para siswa dan kegiatan belajar mengajar, warga mendesak Pemerintah Kota Tangerang Selatan dan pihak berwenang segera melakukan audit serta perbaikan menyeluruh).(SG)***






