Bisnismetro.id, PALEMBANG – Hujan dengan intensitas ringan hingga lebat terpantau di Kota Palembang dan sejumlah wilayah Sumatera Selatan di tengah pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) oleh Satgas Udara Lanud Sri Mulyono Herlambang (SMH), Senin (26/10/2026). Operasi ini merupakan bagian dari upaya terpadu untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di kawasan gambut terdampak.
Komandan Lanud SMH Kolonel Pnb Asep Wahyu Wijaya, M.M.S., selaku Dansatgas Udara wilayah Sumsel, menjelaskan bahwa analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan kondisi atmosfer pada 24–28 Oktober 2026 relatif mendukung pelaksanaan OMC. Kondisi tersebut menjadi pertimbangan Satgas Udara bersama instansi terkait dalam mengoptimalkan penyemaian bahan untuk mendukung pembentukan hujan.
OMC dilaksanakan melalui kolaborasi TNI Angkatan Udara, BMKG, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta instansi terkait lainnya. Sinergi ini mencakup dukungan armada dan personel, analisis meteorologi, penyiapan bahan semai, hingga koordinasi pelaksanaan operasi.
Dalam operasi tersebut, TNI AU mengerahkan satu pesawat C-130 Hercules dan dua pesawat Casa C-212, didukung dua pesawat BNPB. Bahan semai berupa natrium klorida (NaCl) digunakan untuk mendukung pembentukan hujan, sedangkan dry ice dimanfaatkan sesuai kebutuhan teknis dalam operasi modifikasi cuaca.
Hujan terpantau di Kabupaten Banyuasin, Musi Banyuasin, Ogan Komering Ilir, Ogan Komering Ulu, Musi Rawas, Muara Enim, serta Kota Palembang. Perkembangan cuaca dan kondisi atmosfer terus dipantau sebagai bahan pertimbangan untuk pelaksanaan operasi selanjutnya.
Melalui kolaborasi lintas instansi tersebut, TNI AU terus mendukung upaya mitigasi karhutla di Sumatera Selatan. Hujan yang turun diharapkan membantu menjaga kelembapan lahan gambut dan mendukung upaya pengendalian kebakaran di wilayah terdampak.(Red)***











