BisnisMetro,TANGERANG SELATAN- Proyek pembangunan drainase senilai Rp1,3 miliar di Kampung Rawa Timur, Kelurahan Pondok Pucung, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) kini bernasib mangkrak. Berdasarkan pantauan di lokasi pada Senin (26/1/2026), papan informasi proyek yang semestinya terpasang sebagai bentuk transparansi publik justru sudah tidak terlihat lagi di area pekerjaan.
Hilangnya papan nama tersebut memicu pertanyaan warga mengenai status kepastian penyedia jasa dan kejelasan proyek ini: apakah kontraknya sudah diputus, selesai secara sepihak, atau sengaja ditinggalkan?
Proyek infrastruktur sepanjang sekira 500 meter ini dikerjakan oleh pihak penyedia (kontraktor) CV Saka Reswara Karsa, berdasarkan nomor kontrak: 600.1.8.3/PSDP-037/EP/SPK/DSDABMBK/IX/2026.

Galian drainase yang membentang mulai dari gapura Kampung Rawa Timur hingga ke arah permukiman bagian dalam saat ini dalam kondisi memprihatinkan. Di banyak titik, lubang galian masih terbuka menganga tanpa dilengkapi tanda peringatan atau pengaman yang memadai.
Selain membahayakan pengguna jalan dan anak-anak yang beraktivitas di sekitar lokasi, material U-ditch (saluran beton pracetak) terlihat menumpuk tidak teratur di sisi jalan. Karung-karung berisi tanah tampak berserakan, bahkan sebagian tanah galian sudah tumpah kembali ke dalam lubang.
Ahmad DP (63), salah seorang warga setempat, mengungkapkan kekesalannya karena proyek ini sudah ditinggalkan oleh para pekerja selama hampir satu bulan terakhir.
“Udah hampir sebulan ini (mangkrak). Kita juga resah, kondisi begini kan mengganggu sekali. Tapi kami bingung mau komplain ke mana karena mandor sama tukangnya udah pada enggak ada di lokasi,” keluh Ahmad saat ditemui media, Senin (26/1/2026).
Saat dihubungi terpisah, mandor proyek bernama Fakih mengakui bahwa aktivitas pengerjaan dihentikan karena adanya kendala non-teknis. Ia menyebutkan, ada salah satu pengurus lingkungan yang keberatan lantaran merasa tidak ada sosialisasi awal terkait pembangunan saluran drainase tersebut.
“Awalnya emang karena ada pengurus lingkungan yang akan dilalui drainase itu keberatan, karena tidak ada sosialisasi segala macam. Jadi pekerjaan kita berhenti dulu,” dalih Faqih.
Namun, penghentian sementara itu justru berlarut-larut tanpa kepastian dari pihak kontraktor utama, yakni CV Saka Reswara Karsa. Akibatnya, para pekerja memilih hengkang dan mencari proyek di tempat lain.
“Karena kelamaan kosong, tukang-tukangnya ini sudah pada punya kerjaan lain. Jadi ya kita lagi usahakan untuk dilanjutkan lagi, sambil cari tukang-tukang yang lain,” tambahnya.
Lenyapnya papan proyek dan ketidakjelasan status penyedia ini semakin diperparah oleh minimnya respons dari otoritas terkait. Hingga berita ini diturunkan, Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Tangsel selaku pemilik anggaran, serta pihak pelaksana kontraktor CV Saka Reswara Karsa, masih sulit dihubungi.(SG)***






