BisnisMetro,TANGERANG SELATAN- Akses jalan di Jalan Kampung Rawa Timur, Kelurahan Pondok Pucung, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan ditutup total akibat proyek pembangunan saluran drainase oleh CV Saka Reswara Karsa. Penutupan ini memicu keluhan dari para pengguna jalan, khususnya roda empat, yang terpaksa memutar balik karena minimnya papan imbauan dan rambu penunjuk arah alternatif
Berdasarkan pantauan di lokasi pada Sabtu (19/9/2026), pengerukan saluran air menyisakan tumpukan tanah yang menggunung dan memakan badan jalan. Demi keselamatan dan kelancaran proyek, kendaraan roda empat sama sekali tidak diperbolehkan melintas. Akibatnya, banyak pengendara dari luar wilayah kecele.
“Saya mau ke Jalan Krakatau, tidak tahu kalau jalannya ditutup total dan ditimbun tanah seperti ini. Di Google Maps tadi keterangannya hanya tersendat, pas sampai sini ternyata tidak bisa lewat sama sekali,” ujar salah seorang pengendara mobil asal luar kota yang datang dari arah Bintaro Sektor 9. Padahal, jarak dari Kampung Rawa Timur RT 03/RW 05 menuju Jalan Krakatau hanya berkisar 2 kilometer dengan waktu tempuh normal 5 hingga 7 menit.
Sorotan lain tertuju pada transparansi proyek senilai Rp1.302.744.000,- yang bersumber dari APBD Kota Tangerang Selatan TA 2026 ini. Papan informasi proyek yang sejatinya berfungsi sebagai bentuk sosialisasi publik, justru terlihat baru ditaruh dua hari dan digeletakkan begitu saja di pelataran warga, sehingga dinilai kurang layak dan tidak informatif bagi masyarakat luas.
Di papan tersebut tercantum nama paket pekerjaan yakni Pembangunan Saluran Drainase Kota Jalan Kampung Rawa Timur Segmen 2, dengan waktu pelaksanaan 90 hari kalender, di bawah nomor kontrak 600.1.8.3/PDSP-037/EP/SPK/DSDABMBK/IX/2026.
Di lokasi, Faqih selaku Mandor lapangan menjelaskan secara singkat bahwa rencana penggalian drainase ini akan dilakukan sepanjang 500 meter menggunakan u-ditch (beton saluran air) ukuran 50 cm merek Arcon.
Terkait penanganan tanah galian yang menumpuk di jalan, Umang, petugas bagian Crew & Filtering (cleaning area) menjelaskan bahwa awalnya tanah terpaksa dikarungkan karena armada pengangkut belum tiba di lokasi sejak pagi.
“Tadi pagi armadanya belum ada, jadi kita karungin dulu. Sekarang (pukul 14.00 WIB) mobilnya sudah ada dan rencananya ada penambahan mobil kecil,” ujar Pak Umang. Ia menambahkan, tanah tersebut biasa dibuang ke area belakang sekitar lokasi.
Saat dikonfirmasi mengenai izin dan imbauan jalur alternatif bagi pengendara yang melintas, Umang mengaku tugasnya di lapangan hanya berfokus pada pembersihan. “Untuk izin, saya sudah koordinasi dengan bagian FE dan Logistiknya. Saya berharap warga atau pengendara yang melintas untuk sabar,” tuturnya sembari mengiyakan bahwa memang belum ada rambu petunjuk jalan alternatif di sekitar lokasi perbatasan.
Sementara itu, upaya konfirmasi kepada pihak manajemen yang lebih tinggi sempat mengalami kendala. Seorang perwakilan pelaksana bernama Angga, yang dihubungi melalui sambungan telepon, enggan memberikan keterangan lebih lanjut dengan alasan hari Sabtu dan Minggu merupakan hari libur. Ia mengarahkan wartawan untuk langsung menanyakan teknis pekerjaan kepada mandor di lapangan.
Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Tangerang Selatan saat dikonfirmasi membenarkan adanya kegiatan pembangunan drainase tersebut. Pihak dinas juga menegaskan status jalur yang terdampak. “Iya benar jalan di situ sudah SK jalan kota,” ujar perwakilan dinas secara singkat, seraya mengarahkan agar detail teknis di lapangan dikonfirmasikan langsung kepada pelaksana proyek.
Hingga berita ini diturunkan, tumpukan tanah masih memenuhi sebagian badan jalan dan diharapkan pihak kontraktor segera menyediakan rambu petunjuk alternatif demi mengurai kekecewaan para pengguna jalan.(SG)***












