Bisnismetro.id, NTT – Pusat Geospasial TNI Angkatan Udara (Pusgeosau) melaksanakan pemotretan udara di sejumlah wilayah terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk menyediakan data dan informasi geospasial yang dapat mendukung penanganan bencana di lapangan.
Tim Pusgeosau yang dipimpin Kapten Sus Iqbal diberangkatkan menuju wilayah operasi pada Selasa (18/8/2026) menggunakan pesawat Cassa TNI AU dengan rute Abdulrachman Saleh–Lombok–Tambolaka–El Tari. Setibanya di wilayah operasi, tim menyiapkan peralatan dan berkoordinasi untuk menentukan sasaran pemotretan sesuai kebutuhan penanganan bencana.
Pemotretan udara dilaksanakan pada Rabu (19/8/2026) menggunakan kamera udara DMC III dan kamera Nikon D3, dengan sasaran wilayah Borong dan Lamba Leda Selatan, Kabupaten Manggarai Timur. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan pemotretan wilayah Borong berhasil diperoleh dengan baik, sedangkan sebagian wilayah Lamba Leda Selatan masih tertutup awan sehingga diperlukan pemotretan lanjutan.
Operasi kemudian dilanjutkan pada Kamis (20/8/2026) dengan sasaran sejumlah wilayah terdampak lainnya, antara lain Elar Selatan, Lamba Leda Timur, Sambi Rampas, dan Lamba Leda Selatan.
Kapusgeosau Marsda TNI Ferdinand Roring mengatakan, hasil pemotretan udara selanjutnya akan diproses menjadi informasi geospasial untuk memberikan gambaran kondisi wilayah terdampak secara lebih menyeluruh.
“Informasi tersebut dapat digunakan untuk mengidentifikasi area terdampak, menilai kondisi kerusakan, menentukan prioritas penanganan, serta mendukung pengambilan keputusan dalam operasi penanggulangan bencana,” ujarnya.
Keterlibatan Pusgeosau merupakan bagian dari dukungan TNI Angkatan Udara dalam penanganan bencana melalui pemanfaatan kemampuan survei, pemotretan udara, dan pengolahan informasi geospasial. Data yang dihasilkan diharapkan dapat membantu memberikan gambaran kondisi wilayah secara cepat dan akurat sehingga mendukung langkah penanganan dan pemulihan masyarakat terdampak di NTT.












