BisnisMetro,TANGERANG SELATAN- Musibah tak terduga menimpa Hasan (52), seorang pedagang ayam potong di Pasar Pamulang, Benda Baru. Kios tempatnya mengais rezeki yang berlokasi di Jalan Benda Timur XIII Blok B (depan Toko Beras Azahra) hancur berantakan diterjang air bah pada Minggu (11/4/2026) sore.
Kejadian memilukan ini bermula saat hujan dengan intensitas cukup tinggi mengguyur kawasan Pamulang sekitar pukul 15.00 WIB. Tembok belakang kios yang sudah agak rapuh tak mampu menahan debit air dari saluran drainase yang meluap. Akibatnya, tembok jebol dan air menerjang masuk, menghanyutkan serta merusak seluruh dagangan dan peralatan kerja.
Hasan yang mengaku sudah berjualan di lokasi tersebut sejak tahun 2004 ini, menuturkan bahwa ini adalah kejadian terparah pertama yang dialaminya.
“Tahu-tahu dikabari lewat telepon sama tukang buah sebelah. Saat kejadian, kios memang sudah tutup. Kerugian ditaksir cukup banyak, mencapai kurang lebih 10 juta rupiah,” ujar Hasan saat ditemui wartawan pada Rabu (15/4/2026).
Kerugian tersebut meliputi mesin penggiling ayam, freezer, ayam-ayam potong, kandang ayam, hingga kompor, yang hanyut atau rusak diterjang air.
Meski harus menanggung beban kerugian yang cukup besar di tengah situasi sulit, Hasan menunjukkan sikap pasrah namun tetap bertanggung jawab. Ia menegaskan akan memperbaiki kiosnya secara mandiri.
“Saya pribadi akan memperbaiki karena itu memang sudah menjadi risiko saya. Kalaupun nanti pemerintahan kewilayahan (melihat/membantu), saya juga ngga ngerti harus bagaimana. Namanya air, alam, harus bagaimana lagi,” tutur Hasan dengan tabah.
Berdasarkan pantauan di lokasi, jalan di depan kios pasar Pamulang memang kerap terdampak genangan air yang cukup tinggi saat hujan deras mengguyur, menunjukkan adanya masalah drainase yang belum tuntas di kawasan tersebut.
Kisah Hasan menjadi pengingat akan risiko yang kerap dihadapi pedagang kecil akibat cuaca ekstrem dan kondisi infrastruktur pasar.(SG)***






