Antisipasi Banjir, Pembangunan Turap dan Drainase di Grand Serpong Serua Capai 33,86% di Pekan ke-7

BisnisMetro,TANGERANG SELATAN- Proyek Pembangunan Turap Kali Perumahan Grand Serpong Executive Residence yang berlokasi di Kelurahan Serua, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus menunjukkan tren progresif. Memasuki pekan ketujuh masa kerja, realisasi fisik proyek yang diawasi langsung oleh Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (DSDABMBK) Kota Tangsel ini telah menyentuh angka 33,86 persen.

Proyek dengan nomor kontrak 600.1.4.1/000.3.3/011-PTS/EP/SPK/DSDABMBK-SDA/2026 ini menelan anggaran sebesar Rp 2.923.396.000,- yang bersumber dari APBD Kota Tangerang Selatan tahun anggaran 2026. Pihak Satker DSDABMBK Bidang SDA memberikan waktu pengerjaan selama 160 hari kalender kepada kontraktor pelaksana, CV Akbar Jaya.

Konsultan Pengawas dari PT Buana Cakra, Wartanto, menjelaskan secara rinci teknis pembangunan struktur turap kali yang dibagi ke dalam beberapa segmen utama guna menahan laju erosi dan luapan air.

“Untuk pembangunan turap baru dari segmen 2 hingga segmen 3 total panjangnya mencapai 156 meter dengan ketinggian rata-rata 4 meter,” ujar Wartanto saat diwawancarai awak media di lokasi proyek, Jumat (4/9/2026).

Secara detail, pembangunan turap baru pada Segmen 2 terbagi menjadi dua titik pengerjaan (spot). Spot pertama memiliki panjang 33 meter dengan tinggi 4 meter, sedangkan spot kedua membentang sepanjang 65 meter dengan tinggi 4 meter. Sementara itu, untuk pembangunan turap baru di Segmen 3 direncanakan memiliki panjang 53 meter dengan ketinggian yang sama, yaitu 4 meter.

Selain pembangunan turap baru, proyek ini juga mencakup pekerjaan peninggian turap di atas struktur eksisting. Peninggian turap di Segmen 1 dikerjakan setinggi 90 centimeter di atas turap lama sepanjang 22 meter. Sedangkan untuk peninggian di Segmen 3 kembali dibagi menjadi dua bagian; bagian pertama setinggi 90 centimeter dan bagian kedua dirancang setinggi 70 centimeter dengan panjang bentangan 40 meter sepanjang 125 meter area terdampak.

*Pembangunan Saluran Drainase Lingkungan 3 Segmen*

Tak hanya berfokus pada badan kali, CV Akbar Jaya bersama 18 pekerja yang dibagi ke dalam 3 grup (grup saluran, peninggian turap, dan pembangunan turap) juga tengah masif mempercepat pembangunan saluran drainase lingkungan. Berbeda dengan proyek drainase pada umumnya, saluran di lokasi ini dibangun secara manual/konvensional model besi bertulang (bukan menggunakan precast beton atau u-ditch).

Pembangunan saluran drainase ini juga dibagi menjadi tiga segmen dengan spesifikasi sebagai berikut:

-Segmen 1: Panjang 74 meter, lebar 90 cm, dan kedalaman 90 cm.

-Segmen 2: Panjang 140 meter, lebar 100 cm, dan kedalaman 120 cm.

-Segmen 3: Panjang 104 meter, lebar 120 cm, dan kedalaman 130 cm.

Untuk mengantisipasi terjadinya aliran balik (backwater) saat debit air kali sedang tinggi, ujung saluran pembuangan ini nantinya akan dilengkapi dengan fasilitas khusus.

“Saluran ini nantinya akan dilengkapi klep tabok atau pintu air berukuran 80×80 cm saat keluar ke kali. Konstruksinya sengaja dibuat mundur sekitar satu meter dari bibir turap. Tujuannya jelas, biar supaya air yang keluar dari drainase lingkungan tidak terpukul atau tertahan oleh derasnya air dari kali,” tambah konsultan asal Serang tersebut.

Dalam pantauan media di lapangan, pelaksanaan proyek berjalan cukup kondusif. Kendala utilitas bawah tanah seperti kabel tanah dilaporkan nihil. Pihak pelaksana juga berkomitmen menjaga kelestarian lingkungan sekitar dengan tidak melakukan pemotongan pohon di sepanjang jalur proyek

“Untuk menyiasati ruang kerja dan menjaga pohon-pohon yang ada, metode penggalian tanah untuk pembangunan turap menggunakan ekskavator dilakukan langsung dari dasar kali, bukan dari atas bantaran kali,” pungkas Wartanto bersama tim pelaksana di area bedeng pembesian proyek.

Diharapkan dengan sisa waktu kontrak yang ada, proyek strategis pengendalian banjir ini dapat selesai tepat waktu demi memberikan rasa aman bagi warga Perumahan Grand Serpong Executive Residence dan sekitarnya dari ancaman luapan air saat musim penghujan tiba.(SG)***