BisnisMetro,TANGERANG SELATAN- Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Perkimta) Kota Tangerang Selatan resmi memulai proyek penyelenggaraan Prasarana, Sarana, dan Utilitas umum (PSU) berupa pembangunan saluran air di Taman Makam Pahlawan (TMP) Seribu, Serpong, Kota Tangerang Selatan.
Proyek ini menjadi jawaban atas keluhan terkait genangan air setinggi mata kaki di area parkir dan area upacara saat momen upacara dihujani lebat. Rumor yang beredar menyebutkan, usulan pembangunan ini berawal dari aspirasi pengelola TMP Seribu yang diteruskan kepada anggota DPRD Kota Tangsel.
Konsultan Pengawas dari PT Raudhah Karya Mandiri, Amar, menjelaskan bahwa titik awal pengerjaan atau titik nol proyek ini dimulai dari gerbang masuk TMP hingga menuju ke area pembuangan di bagian belakang. Proyek yang melibatkan 7 orang pekerja ini ditargetkan selesai dalam waktu 60 hari kalender, terhitung sejak dimulainya pekerjaan pada 17 Juli 2026.
“Untuk area parkir, nantinya kami pasang u-ditch ukuran 30 yang kemudian menyambung ke u-ditch ukuran 40,” ujar Amar saat memberikan penjelasan di lokasi proyek pada Minggu (26/7/2026).

*Anggaran Tutup Saluran Terbatas, Sisa Pekerjaan Dilanjut Tahun Depan*
Amar mengungkapkan fakta menarik terkait pengadaan material di lapangan. Dari total panjang saluran u-ditch yang mencapai 200 meter, baru 22 meter saluran merek Epindo yang terpasang lengkap beserta tutupnya.
“Sumber dana anggarannya hanya cukup sampai 22 meter untuk tutup u-ditch, sedangkan pekerjaan saluran mencapai 200 meter. Informasi dari dinas, sisa u-ditch yang belum dipasang tutupnya akan dianggarkan tahun depan,” ungkap Amar.
Pantauan wartawan di lokasi juga menemukan sedikit kejanggalan pada papan proyek. Meski papan informasi tersebut mencantumkan tanggal kontrak per 14 Juli 2026, kolom nomor kontrak terlihat masih dikosongkan alias belum tertulis.
*Kendala Akar Pohon, Pondasi Pagar, hingga Tembok Roboh*
Pengerjaan proyek ini dihadapkan pada sejumlah tantangan teknis yang cukup berat. Proses penggalian saluran dinilai sulit lantaran terhalang oleh banyaknya akar pohon besar serta kokohnya pondasi pagar tembok.
“Saat menurunkan u-ditch ke posisi pemasangan, dibutuhkan tenaga 4 orang secara manual dan harus ekstra hati-hati,” tambah Amar.
Selain kendala alam, sebagian tembok di atas saluran u-ditch terpantau rusak dan jebol. Kerusakan ini diduga terjadi akibat terdorong oleh tembok pembatas lahan sebelah TMP yang sedang dalam proses pengurugan puing. Faktor getaran kendaraan dari jalan raya depan TMP Seribu yang terjadi terus-menerus juga mempercepat kerusakan bangunan tua tersebut. Terkait hal ini, Amar menduga pihak dinas baru akan menganggarkan perbaikan tembok pada tahun anggaran berikutnya.
*Strategi Pembuangan Air Agar Tidak Merugikan Pemukiman Warga*
Untuk mengalirkan air ke hilir, pekerja harus menjebol atau membuat lubang pada pondasi pagar. Mengingat air akan dialirkan ke arah pemukiman wilayah Kp. Kademangan RT 02/RW 02—yang lokasinya berdekatan dengan rumah kontrakan semi-permanen—pihak pengawas telah menyiapkan strategi khusus.
“Kami akan menggunakan kain tebal dan paralon agar aliran air pembuangannya tidak terlalu deras menghantam area sekitar kontrakan warga,” jelasnya.
Nantinya, saluran air yang mengarah ke pemukiman sekitar empang dan rawa resapan tersebut direncanakan akan diperkuat menggunakan turap batu kali setinggi pinggang orang dewasa demi menjaga struktur tanah tetap kokoh.(SG)***







