BisnisMetro,TANGERANG SELATAN- Proyek Peningkatan Jalan Lingkungan di RT 03 RW 06 Kelurahan Jombang, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) memicu pertanyaan publik. Baru saja rampung dikerjakan dalam waktu satu malam pada Rabu (9/9/2026) lalu, proyek di bawah naungan Unit Pelaksana Teknis (UPT) II Ciputat Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimta) Tangsel ini terpaksa harus dilapisi ulang (layer ulang) pada Rabu (16/9/2026).
Pelaksana Lapangan dari PT Labdagati Adhirajasa Konstruksi, Ari, mengakui bahwa pengaspalan ulang ini terpaksa dilakukan karena kualitas aspal hotmix yang dikirim dari pabrik pengolahan (Amp) sebelumnya dinilai tidak maksimal dan cepat mengalami kerusakan.
“Karena dari Amp, hotmix nya tidak terlalu bagus, makanya kita adakan perbaikan supaya masyarakat yang menggunakan di lingkungan ini merasa nyaman. Supaya tidak ada yang membicarakan, kok aspal baru sudah jelek,” ungkap Ari saat dikonfirmasi di lokasi, Rabu (16/9/2026).
Ari menjelaskan, kehadiran pihak kontraktor hari ini adalah untuk memperbaiki kerusakan hotmix tersebut sekaligus menambahkan volume aspal yang masih kurang di dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB). Perbaikan dan pengaspalan ulang ini, menurut Ari, dilakukan setelah adanya proses opname (pemeriksaan fisik) oleh Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) UPT II Ciputat Dinas Perkimta Tangsel.
“Kita setelah opname dicek oleh PPTK UPT II Ciputat atas nama Pak Idham. Beliau yang memerintahkan untuk melayer ulang hotmix supaya lebih bagus lagi visualnya,” tambah Ari secara blak-blakan.
Selain persoalan kualitas aspal yang dinilai buruk di awal, sorotan warga juga tertuju pada area halaman luar SMAN 11 Tangsel. Pasalnya, area halaman luar sekolah tersebut tiba-tiba ikut diaspal seluruhnya pada hari yang sama. Pemandangan mencolok ini mengundang tanda tanya terkait kesesuaian alokasi volume proyek bernilai kontrak Rp99.650.046,00 tersebut.
Menanggapi kejanggalan pengaspalan di halaman luar sekolah yang terkesan mendadak ini, Ari berdalih bahwa langkah tersebut diambil untuk mengejar kekurangan volume yang tertuang di dalam dokumen kontrak.
“Oh iya, setelah diukur oleh pihak pengawas dinas, ternyata volumenya masih ada kekurangan. Makanya yang setengah lagi itu untuk menutupi volume yang ada di RAB,” jelas Ari.
Padahal sebelumnya pada pekan lalu, Penanggung Jawab Lapangan dari kontraktor yang sama, Ajis, sempat mengklarifikasi bahwa titik pengaspalan bergeser ke area gerbang SMAN 11 Tangsel karena area utama sesuai plang proyek yaitu di depan Mushola Al-Jihad Jalan Sumatera Kp. Rawalele dianggap kondisi tanahnya hancur pasca proyek drainase dan belum siap diaspal.
Keputusan Dinas Perkimta Tangsel dan UPT II Ciputat yang meloloskan material hotmix berkualitas rendah dari Plant AJK pada pengerjaan awal kini menjadi catatan kritis. Meskipun pihak ketiga mengklaim bertanggung jawab melakukan perbaikan, buruknya pengawasan dari pengawas dinas sejak hari pertama pengerjaan dinilai merugikan efisiensi anggaran APBD 2026 Kota Tangerang Selatan. Warga kini mendesak Kepala Dinas Perkimta Tangsel untuk mengevaluasi kinerja PPTK UPT II Ciputat agar proyek penunjukan langsung (PL) seperti ini tidak terkesan dikerjakan asal jadi demi sekadar menghabiskan sisa volume anggaran.(SG)***












