Atasi Banjir Pamulang, CV Vanz Karya Kebut Proyek Saluran Drainase dan Box Utilitas Senilai Rp6,9 Miliar

DAERAH100 Views

BisnisMetro,TANGERANG SELATAN- Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Satker Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (DSDABMBK) tengah gencar merealisasikan proyek infrastruktur APBD 2026. Salah satu fokus utamanya adalah proyek Pembangunan Saluran Drainase Kota Jalan Ganesha – Ismaya – Candi Borobudur sampai menuju saluran pembuang yang berlokasi di Kecamatan Pamulang.

Proyek bernilai Rp6.929.997.000,00 ini dikerjakan oleh kontraktor pelaksana CV Vanz Karya asal Lebak, Banten, dengan masa kerja 110 hari kalender sejak kontrak ditandatangani pada 28 Agustus 2026. Jalannya proyek ini diawasi ketat oleh PT Priangan Raya Utama selaku konsultan pengawas yang memenangkan seleksi dengan nilai realisasi Rp182.198.399.

Konsultan Pengawas dari PT Priangan Raya Utama, Faisal, menjelaskan bahwa proyek sepanjang total 2.246 meter ini menggunakan metode modern guna mengantisipasi masalah klasik perkotaan, yaitu pembongkaran jalan pasca-proyek.

“Khusus di Jalan Ganesha (Vila Pamulang) segmen sisi kiri dan kanan sepanjang 730 meter, berdasarkan DED (Detail Engineering Design) kami melaksanakan dua pekerjaan sekaligus secara sejajar namun dengan level ketinggian berbeda. Pertama untuk saluran air menggunakan U-ditch ukuran 60, dan kedua untuk box utilitas menggunakan ukuran 40,” terang Faisal kepada wartawan, Rabu (4/11).

Ia menambahkan, pihak pengawas dan kontraktor juga menyediakan manhole di setiap jarak 25 meter. Fasilitas ini sengaja disiapkan agar kabel-kabel provider dan utilitas lainnya di masa depan bisa masuk lewat jalur bawah tanah tanpa harus merusak atau menggali kembali jalan yang sudah rapi.

Sementara itu, untuk segmen Jalan Ismaya hingga Jalan Borobudur (menuju pembuangan akhir ke danau), CV Vanz Karya melakukan pemasangan U-ditch ukuran 60 dan box ukuran 80 untuk kebutuhan crossing ke arah Perumahan Gua Gajah. Penanganan di area ini rata-rata berada di atas 320 meter, mencakup segmen 2, 3, 5, dan 6. Seluruh material pracetak (precast) beton yang digunakan dipastikan bermerek SPI.

Meski ditargetkan membawa dampak positif jangka panjang, proyek ini tidak luput dari dinamika sosial di lapangan. Faisal mengakui sempat ada penolakan dari segelintir warga di Jalan Ganesha saat proses sosialisasi yang berjalan selama satu minggu di awal proyek.

“Kami malahan sudah sosialisasi dua kali bersama RT, RW, dan masyarakat setempat. Namun, di wilayah RT 02, ada lima titik rumah (sepanjang 40 meter) yang bersikeras menolak pengerjaan hingga meminta hitam di atas putih. Akhirnya, area tersebut batal digali,” ungkap Faisal jujur.

Terkait kekhawatiran dampak kerusakan fisik, Faisal menegaskan komitmen CV Vanz Karya untuk bertanggung jawab penuh mengembalikan kondisi lingkungan seperti semula.

“Untuk perapihan carport rumah warga yang terdampak, kami kembalikan ke kondisi semula. Saluran pipa pembuangan dari rumah warga juga kami kondisikan lagi agar terhubung ke saluran baru. Untuk penutupan di atas box utilitas, kami uruk tanah padat 5 cm, agregat 5 cm, lalu dicor menggunakan beton mutu K350 IIID setebal 12 cm. Begitu pula jika ada pagar warga yang miring atau rusak akibat imbas alat berat (eksavator), semuanya akan diperbaiki kembali,” jelasnya.

Selain masalah penolakan warga, kendala teknis lain yang dihadapi adalah keberadaan 8 hingga 9 tiang listrik milik PLN Sawangan Depok serta kabel provider internet yang berada tepat di tengah-tengah jalur galian.

“Koordinasi sudah kami lakukan sejak awal. Untuk provider Telkom dan Fiberstar kemarin sudah bergeser. Sementara untuk tiang PLN dan satu provider tersisa, rencananya akan dipindahkan bersama-sama pada minggu-minggu ini,” pungkas Faisal.(SG)***