Menguak Penasaran: Proyek Kawasan Kumuh Kelurahan Keranggan Akhirnya Mulai Menggeliat

BisnisMetro,TANGERANG SELATAN- Rasa penasaran para kuli tinta di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) akhirnya terjawab pada Sabtu (25/7/2026). Setelah dinanti sejak peninjauan lapangan oleh Wakil Wali Kota Tangsel beserta jajaran Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Perkinta) pada Rabu (8/7/2026) lalu, proyek bertajuk Penanganan Kawasan Kumuh Keranggan Setu kini resmi menunjukkan aktivitas perdana.

Awalnya, ketidakpastian sempat menyelimuti kelanjutan rencana penataan kawasan tersebut. Guna memastikan realisasi janji pemerintah daerah, sejumlah wartawan lokal memutuskan untuk melakukan penelusuran langsung ke lokasi.

Penelusuran dimulai dengan menyambangi kawasan Gang Sarbini, RT 002/RW 001, Kampung Koceak, Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu. Berdasarkan konfirmasi dari salah satu warga setempat, wartawan menemukan sebuah bangunan semi permanen baru yang berbahan triplek.

Bangunan tersebut diduga kuat akan berfungsi sebagai kantor direksi (direksi keet). Namun, hingga Sabtu siang, belum ada satu pun papan proyek atau keterangan informasi resmi yang tertempel di area bangunan tersebut, sehingga sempat memicu tanda tanya warga dan awak media.

Didorong rasa penasaran yang makin kuat, tim wartawan terus bergerak masuk menyisir akses jalan yang kondisinya terpantau tidak layak. Setelah melewati sebuah lapangan kecil, titik terang akhirnya ditemukan di area bawah lereng tebing, tepatnya di Kampung Koceak, RT 003/RW 001.

Di lokasi tersebut, terlihat sejumlah pekerja (tukang) tengah sibuk melakukan penggalian tanah untuk pembangunan saluran air.

Menurut kesaksian warga di sekitar lokasi galian, aktivitas konstruksi tersebut baru berjalan selama dua hari terakhir. Warga juga sempat mempertanyakan legalitas pengerjaan karena awalnya sama sekali tidak dilengkapi atribut proyek.

“Iya pak, baru kemarin Jumat dan Sabtu ini mereka (tukang) kerja. Tadinya mereka juga enggak ada tulisan atau keterangan apa-apa saat menggali,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya, Sabtu (25/7/2026).

Warga menambahkan bahwa rambu peringatan baru dipasang setelah adanya pertanyaan dari masyarakat.

Hingga berita ini diturunkan, pengerjaan fisik berupa galian saluran air oleh pihak kontraktor pelaksana tersebut terus berjalan. Kehadiran proyek penanganan kawasan kumuh ini diharapkan dapat segera memperbaiki akses infrastruktur dan meningkatkan kualitas hidup warga Kampung Koceak Keranggan yang selama ini mendambakan lingkungan yang lebih layak.(SG)***

Berita Lainnya