187 personel Ikuti Latihan Dukes EMU. Kepala Dinas Kesehatan TNI AU Membuka Latihan Dukungan Kesehatan Pada Korban Gempa dan Evakuasi Medis Udara

TNI Polri245 Dilihat

Bisnismetro.id, JAKARTA – Kepala Dinas Kesehatan TNI Angkatan Udara (Kadiskesau) Marsma TNI dr. Swasono R., Sp. THT-KL., M.Kes., menegaskan, tindakan pertolongan darurat di daerah kejadian oleh tim kesehatan lapangan merupakan bagian penting dalam penanggulangan korban bencana.

Penegasan tersebut, disampaikan saat membuka Latihan Dukungan Kesehatan Pada Korban Gempa dan Evakuasi Medis Udara, di aula Rumkit TNI AU dr. Hasan Toto, Labud Atang Sendjaja, Bogor, Senin (12/6/2023).

Sebanyak 187 peesonel kesehatan gabungan, mengikuti latihan tersebut selama tiga hari, sampai dengan Rabu (14/6/2023). Kepada seluruh peserta latihan, Kadiskesau meminta agar melaksanakan dengan sungguh-sunggu, sehingga apa yang didapat menjadi bekal dalam penugasan, terutama untuk mendukung kegiatan operasional TNI AU maupun tugas lainnya.

Latihan kali ini,merupakan kegiatan terpadu dan melibatkan personel gabungan dari berbagai unsur kesehatan TNI AU, diantaranya Diskesau, Batalyon Kesehatan Denmabesau, Lanud Atang Sendjaja, Wing I Pasgat khususnya Kompi kipan C senapan Yonko 467 , RSAU dr. M. Hassan Toto, unsur dibawah Jajaran Wing 4 Skadron 6 dan 8 Lanud Atang Sendjaja, siswa Skadik 504 antara lain siswa Susdokbangan A- 20, Suswatbngan A-21, Suskesbangan A-22 serta Sesarcabkes A-3, jelasnya.

Lebih lanjut Kadiskesau menambahkan, Indonesia secara geografis terletak berada di kawasan Ring of Fire atau cincin api Pasifik. Oleh sebab itu Indonesia termasuk negara rawan bencana alam seperti gempa bumi, letusan gunung berapi hingga Tsunami.

“Apabila terjadi bencana tentunya banyak menimbulkan banyak korban baik masyarakat sipil maupun TNI. Sehubungan hal tersebut salah satu fungsi kesehatan TNI AU adalah melaksanakan dukungan kesehatan untuk menyelamatkan korban dari kecacatan,” ujar Kadiskesau.

Tindakan pertolongan darurat di daerah kejadian oleh tim kesehatan lapangan merupakan bagian penting yang tidak terpisahkan dari kegiatan penanggulangan korban bencana. Sebelum korban di bawa ke tenda bedah lapangan yang mempunyai fasilitas pelayanan yang lebih memadai sampai korban stabil untuk dilakukan evakuasi ke rumah sakit rujukkan, ini merupakan upaya penanganan yang harus terdukung secara optimal.

Selama perjalanan udara dengan helikopter memerlukan kemampuan khusus mengingat perubahan tekanan udara dan goncangan memperburuk kondisi korban.

Sehingga perlu dilatihkan sedemikian rupa agar evakuasi medis udara sampai ke rumah sakit tujuan dapat terlaksana dengan baik, ujar Kadiskesau.

Hadir dalam kegiatan pembukaan latihan, Kalakespra dr. Saryanto Marsma TNI dr. Roikhan Harowi, Sp. THT-KL., M.Kes., Danlanud Atang Sendjaja Marsekal Pertama TNI M. .Taufiq Arasi, Kalakesgilut drg. R. Purwanto Marsma TNI drg. Agus Sobar, Sp.Perio., serta pejabat TNI AU lainnya.(***)