Siswa Titipan Ditampung dan Siswi Prestasi Ditolak, SMAN 9 Tangsel Sebut Arahan Kadisdik Banten

Megapolitan, Pendidikan10847 Dilihat

Bisnis Metro,TANGERANG SELATAN- Pihak SMAN 9 Tangerang Selatan (Tangsel) bersikeras menolak memberi kebijakan terhadap calon siswi baru berprestasi berinisial LR (15) yang sebelumnya gagal menembus seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2023.

LR hingga kini belum juga bersekolah dan terus mengurung diri di rumah. Namanya tak lolos dalam papan pengumuman PPDB di SMAN 9 Tangsel. Padahal sederet prestasi bidang pramuka diraihnya saat duduk dibangku Madrasah Tsanawiyah (SMP).

Kedua orang tuanya bercerita panjang tentang prestasi yang ditorehkan putrinya itu sejak sekolah dasar Madrasah Ibtidaiyah (MI) hingga MTs. LR disebut rutin menyabet juara kelas di jenjang MI (SD).

Capaian prestasi LR di bidang pramuka yakni berupa sekira 7 piala dan 3 sertifikat perlombaan. Bahkan, LR mewakili sekolahnya MTs Soebono Matofani menyabet juara 1 di tingkat MTs Negeri se- Kota Tangsel.

Pihak SMAN 9 telah memberikan penjelasan soal ditolaknya LR mendaftar di bidang prestasi. Sebab, torehan itu tak masuk dalam Petunjuk teknis (Juknis) PPDB jalur prestasi. LR akhirnya menempuh jalur zonasi hingga akhirnya tersingkir.

Dibalik penolakan untuk memberi kebijakan terhadap prestasi LR, pihak SMAN 9 berdalih semua atas arahan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Banten, Tabrani, saat menggelar zoom meeting yang juga diikuti seluruh sekolah.

“Aku udah lapor sana pimpinan, pimpinan juga tadi zoom sama kepala dinas. Jawabannya mohon maaf, nggak bisa dibantu. Itu perintah langsung dari Pak Kadis saat zoom meeting,” terang Wakil Kepala SMAN 9, Hendro, Senin (31/7/2023).

“Saya nggak paham kendala-kendalanya, tadi karena kan beliau lagi langsung zoom meeting, dan saya denger Pak Kepala Dinas langsung bilang close semuanya nggak ada lagi,” imbuhnya.

Sikap sekolah dan Dinas Provinsi Banten terkait prestasi siswi berinisial LR itu menjadi ironi, sebab di sisi lain puluhan siswa ‘titipan’ dari berbagai oknum justru ditampung masuk SMAN 9 tanpa mengikuti ketentuan PPDB 2023.

Siswa-siswa titipan itu masuk sekolah tanpa melalui persyaratan. Dari pengakuan di lapangan, tiap siswa titipan menyetor uang ke perantara sebesar Rp10 hingga Rp12 jutaan untuk 1 kursi masuk.

Kondisi LR cukup syok. Berulang kali orang tua membujuknya untuk masuk sekolah swasta, LR menolak karena suatu alasan. LR disebut sejak lama ingin mengenyam pendidikan di sekolah negeri.

“Dia maunya masuk negeri. Sudah dibujuk segala macem, dia nggak mau. Karena kan dia dari dasar sudah MI, lalu MTs, dia sekarang mau SMA nya di negeri,” jelas sang ayah, Supriyanto.

Sejak namanya tak lolos di pengumuman jalur prestasi, LR mulai menutup diri. Pihak keluarga khawatir kondisi demikian memukul psikologis putrinya. Kedua orang tuanya pun bingung mencari solusi terbaik bagi keberlanjutan sekolah LR.

“Saya juga bingung harus ngelakuin apa. Saya cuma bisa berdoa ada keajaiban untuk masa depan pendidikan anak saya,” tandasnya.(bli/sg)