SMAN di Tangsel Jual-Beli Buku Mapel di Lapak Fotokopi, 1 Paket Rp1,5 Juta

Bisnis Metro,TANGERANG SELATAN- Buku paket Mata pelajaran (Mapel) di salah satu SMAN di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dijual melalui lapak fotokopi yang disulap menjadi toko buku. Bagi siswa baru kelas 1, harga buku paket dijual dengan harga Rp1,5 juta. Sedang kelas 2 dan 3 harganya berkisar antara Rp700 hingga Rp800 ribuan.

Kuota siswa baru yang membludak di SMAN ini, turut menambah pundi-pundi keuntungan bisnis melalui penjualan buku paket. Pihak sekolah mengarahkan langsung para siswa untuk membeli buku pelajaran itu di sebuah toko kecil berukuran sekira 3×3 meter. Letaknya tak jauh dari gerbang sekolah.

“Jadi waktu daftar ulang langsung diarahin beli buku disitu. Semuanya beli buku paket di situ,” ungkap salah satu wali murid berinisial IR, Kamis (27/0L7/2023).

Buku yang dijual, kata IR, selalu berganti-ganti tiap tahun hingga tak bisa digunakan lagi untuk adik kelas. Padahal harga buku paket itu cukup mahal bagi mereka yang ekonomi keluarganya tergolong tak mampu.

“Jadi tiap tahun itu ganti terus,” jelasnya.

Dugaan persekongkolan antara pihak sekolah dan toko penjual buku pun menguat. Sejumlah siswa yang ditemui di toko itu menyebut, jika mereka memang diarahkan membeli buku paket mata pelajaran di sana.

Siswa yang akan membeli buku paket diharuskan membayar dengan cara transfer ke rekening toko. Selanjutnya, siswa datang langsung ke toko dengan membawa bukti transfer. Buku-buku paket itu ditumpuk di atas lantai, lalu dikemas dalam plastik kresek berwarna hitam.

“Kita bayarnya transfer pak, kalau kelas 10 harganya Rp1,5 juta. Dikasihnya memang dalam plastik hitam begini,” ujar salah satu siswi SMAN di dekat toko.

Pantauan di lokasi, toko itu sebenarnya lebih tepat disebut sebagai lapak tempat fotokopi kecil ketimbang toko buku. Tak banyak barang-barang yang dijual. Bangunannya pun terbilang sempit. Selembar banner toko berukuran sedang terpampang di samping menghadap jalan.

Meski hanyalah toko kecil, namun keberadaannya cukup mencolok di tepi akses jalan gang pemukiman. Kerumunan siswa-siswi terlihat mengantri di sana. Saat didatangi, rupanya buku paket untuk siswa baru kelas 1 sudah ludes terjual.

“Kelas 10 habis pak, adanya besok siang,” tutur seorang perempuan pegawai toko.

Pihak sekolah belum bisa ditemui untuk memberi penjelasan soal penjualan buku paket tersebut. Saat dihubungi, Kepala Sekolah, mengatakan tengah sibuk mengikuti rapat di lokasi lain.(bli/sg)