Ini Profile SMAN 9 Tangsel yang Viral Tampung Siswa Titipan PPDB 2023

Megapolitan, Pendidikan6830 Dilihat

Bisnis Metro,TANGERANG SELATAN- SMAN 9 Tangerang Selatan (Tangsel) baru-baru ini ramai jadi perbincangan setelah diberitakan menampung jalur siswa ‘titipan’ dalam pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2023.

Praktik itu berlangsung senyap karena hanya dimainkan oleh sedikit pihak dengan melibatkan oknum internal sekolah. Tiap calon siswa rata-rata harus menyetor uang Rp10-Rp12 juta untuk masuk melalui jalur titipan ini.

Berdasarkan data yang dihimpun, SMAN 9 masih bernama SMAN 4 Ciputat pada tahun 2006-2007 silam. Berdasarkan Keputusan Bupati Tangerang, No.421/Kep.134-HUK/2006 tertanggal 26 April 2006, SMAN 4 Ciputat berdiri.

Ketika itu, karena tidak ada gedung sekolah sebagai tempat melaksanakan pendidikan, SMAN 4 Ciputat akhirnya menumpang di sebuah SMP swasta (SMP Tirta Buaran) yang beralamat di Jalan Serua Raya Bukit Indah Nomor 12, Ciputat, dengan biaya sewa yang sangat tinggi.

Kekhawatiran sejumlah pemangku kepentingan sempat muncul jika sampai tahun ajaran berikutnya (tahun pelajaran 2007-2008), belum juga memiliki gedung, sebab jumlah siswa terus bertambah dengan fasilitas yang serba terbatas.

Pada penghujung tahun ajaran 2006-2007 didapatlah lokasi sekitar menara kabel Sutet di Jalan Hidup Baru, Serua Raya Nomor 31, Ciputat. Namun tantangan kembali mengadang karena lokasi tempat akan dibangun gedung sekolah penuh dengan tebing.

Mau tidak mau, proses pembangunan tidak ada jalan lain kecuali dengan meratakan lokasi lahan yang penuh tebing. Selain itu, disiapkan pula akses jalan masuk ke lokasi karena memang lokasi lahan berada jauh dari jalan raya dan cukup terpencil.

Setahap demi setahap mulailah berdiri SMAN 4 Ciputat, bahkan rapat calon siswa baru tahun pelajaran 2007-2008 antara orang tua murid dengan komite sekolah dilaksanakan dalam suasana sangat memprihatinkan.

Tetapi dengan semangat kebersamaan, pendidikan sebagai bekal hidup siswa-siswi harus berjalan terus. Saat itu, pelaksanaan proses belajar mengajar hanya dengan 5 lokal ruang kelas permanen. Kepala Sekolah, Tata Usaha dan Guru ikhlas berpanas-panasan dan berdesakan karena menempati bedeng.

Kini Bangunan SMAN 4 yang awalnya begitu sederhana berubah seiring pergantian nama menjadi SMAN 9. Gedung dan fasilitas belajar-mengajar di sana kian lengkap. Mirisnya, dibalik sejarah itu beredar kabar adanya permainan siswa baru ‘titipan’ yang mengubur semangat awal para penggagas sekolah. (bli/sg)