Kantor Holywings di The Breeze BSD disegel, Perluasan Gudang di Serpong Utara Jalan Terus

Daerah331 Dilihat

Bisnis Metro,TANGERANG SELATAN- Pencabutan izin operasional outlet Holywings di sejumlah daerah berdampak bagi para tenaga kerja. Tempat hiburan dan resto tersebut menuai kontroversi strategi marketing bagi pelanggan yang bernama ‘Muhamad dan Maria’.

Awi, salah satu petugas sekuriti PT Aneka Bintang Gading, mengakui dirinya cemas akan kehilangan periuk. Ia punya anak dan istri yang meski dinafkahi.

“Iya takut ada lah namanya punya keluarga,” katanya saat di proyek pekerjaan perluasan gudang di kawasan Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan, Kamis (30/6/2022).

Apalagi, terang Awi, sudah bekerja di Holywing hampir tiga tahun. “Kalo ada sedih hati, pastilah. Namanya kita kerja,” terangnya.

Pria asal Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, itu mengakui sedih atas polemik Holywings yang berkembang semakin memanas. Hal serupa pasti juga dirasakan lebih dari 3000 pekerja lainnya.

Meski demikian, lanjut Awi, dirinya menganggap persoalan yang kini sedang membelit urusan para petinggi Holywings. “Seperti yang saya bilang, sekarang jalanin dulu,” ujar Awi.

Ia mengaku belum ada informasi perkembangan terbaru yang berseliweran di kalangan grup WhatsApp pekerja Holywings.

“Masalah internal itu urusan mereka. Saya mah jaga, pengamanan aja,” imbuhnya.

Diketahui, Pemerintah Kabupaten Tangerang resmi mencabut izin tiga outlet Holywings. Ketiga outlet terletak di QBIG BSD, Gading Serpong, dan Lippo Karawaci.

Polres Jakarta Selatan akhir pekan kemarin juga menyegel kantor Holywings di The Breeze BSD City, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang. Kantor tersebut menjadi tempat merancang skema promo kontroversi.(sg/yud)