Satgas Yonif 143/TWEJ Ajarkan Masyarakat Cara Membuat Minyak Kelapa

Daerah111 Dilihat

Bisnismetro.id, KEEROM – Kembali Satgas Yonif 143/TWEJ memotori masyarakat dipedalaman Papua untuk hidup mandiri dengan cara mengajarkan masyarakat membuat minyak kelapa di Kampung Umuaf, Distrik Web, Kabupaten Keerom, Papua, Rabu (14/6/2023).

Berawal dari niat ingin menjadikan masyarakat dipedalaman Papua yang mandiri Satgas Yonif 143/TWEJ Pos Ubrub mengajarkan cara membuat minyak goreng kelapa, hal ini dilakukan agar menghemat pengeluaran dari masyarakat untuk membeli minyak goreng mengingat harga minyak goreng yang semakin mahal dan jarak yang ditempuh lumayan jauh maka dari itu Satgas Yonif 143/TWEJ hadir dan mempelopori masyarakat dipedalaman Papua.

Dijelaskan oleh Dankipur II Lettu Inf Supriyono kegiatan tersebut merupakan salah satu wujud pengamalan Sapta Marga dan Sumpah Prajurit Satgas Yonif 143/TWEJ Pos Ubrub dalam mengatasi kesulitan rakyat di sekelilingnya yakni dengan memberikan solusi yang mudah untuk dilakukan oleh masyarakat setempat.

“Kehadiran kami ini bukan semata-mata hanya untuk menjaga perbatasan akan tetapi kami disini selalu berusaha memberikan solusi disetiap kesulitan yang dialami oleh warga sekitar dan juga sebagai bentuk pengalaman Sapta Marga dan Sumpah Prajurit kami,” jelas Dankipur II.

Sementara itu, dengan adanya kegiatan ini masyarakat Kampung Umuaf sangat berterima kasih banyak atas apa yang telah dilakukan oleh Satgas Yonif 143/TWEJ Pos Ubrub.

Seperti halnya yang dikatakan oleh Jhon Philip (35) dan Maria Tuu (30) mengucapkan terima kasih kepada Bapak TNI yang telah memberikan ilmunya semoga menjadi bermanfaat untuk masyarakat Kampung Umuaf dan bisa memanfaatkan hasil alam sekitar yang akan dijual untuk meningkatkan ekonomi masyarakat nantinya.

“Kami berterima kasih banyak kepada Bapak TNI yang sudah bersedia dengan sukarela mengajakan kami cara memanfaatkan kelapa dan diolah menjadi minyak goreng, semoga dengan ini kedepan kami bisa memenuhi kebutan kami disini dan bisa meningkatkan perekonomian masyarakat di pedalaman Papua ini,” ujarnya.(***)