Wawalkot Tangsel Pilar Saga Ichsan Prank Sekdis Pariwisata jadi Plt Kadis di acara Tangsel Award 2022

Lifestyle329 Dilihat

Bisnis Metro,TANGERANG SELATAN- Wakil Walikota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan mengatakan bahwa banyak hal-hal yang harus dibenahi dan dikembangkan dalam sektor pariwisata Kota Tangerang Selatan, untuk menangani komunitas kreatif dan lain sebagainya

Pembukaan penyampaiannya itu, saat menghadiri acara Tangsel Creative Awards 2022 (30 November-03 Desember) diselenggarakan komunitas kreatif yang tergabung dalam Tansel Creative Foundation (TCF), dan sosial media, di gedung City Galeri, jalan Maruga Ciputat.

Dirinya menyebut hadir didampingi Ellen Hutabarat Sekdis Pariwisata Tangsel (baru dilantik 28 November 2022), namun pada kesempatan kali ini sedang “Ngeprank” kejutan Ellen sebagai Plt Kadis Parawisata.

“Terimakasih Ibu Ellen baru sekali beliau kemana dan mendadak, sama saya dan pak wali dikasih “prank” kejutan menjadi plt kepala dinas pariwisata yang di mana urgensinya sangat luar biasa sepeninggalan pak kadis wiwi beberapa waktu yang lalu,” ucap Pilar.

Hadir pula Haris, dan Jami staf khusus Walikota Tangerang Selatan, lalu Wahyu Kurniawan, presiden TCF beserta jajaran

Pilar menerangkan tahun ke-2 kepemimpinanya bersama Walikota Benyamin sangat senang berkolaborasi dengan kawan kawan TCF.

“Tahun kemarin banyak program program salah satunya adalah program art identity lalu tahun ini adalah programnya tangsel creative awards,” katanya.

“Tentu saja membangun sebuah kota, kota mandiri, kotabaru tidak mungkin bisa dilakukan oleh kami sendiri pemerintah Kota Tangerang selatan apabila kita mau membangun sebuah kota dengan identitas yang kuat tentu saja kita harus melibatkan potensi potensi yang ada di sebuah kota tersebut diantaranya adalah misalkan para pakar ekonomi, para akademisi budayawan,dokter pengacara seniman arsitek dan lain sebagainya, karena masing masing orang, elemen yang ada di Tangerang selatan ini punya warna sendiri,”ujarnya.

Imbuh Pilar, bahwa Tangsel ini tidak monokrom, jadi penuh warna penuh arti

“aya tidak bilang monokrom, itu tidak punya warna, monokrom ada warnanya, tapi kita berikan keceriaan kepada masyarakat, bahwa membangun kota ini, ya kita lakukan bersama sama karena setiap orang punya potensi dan alhamdulillah Kota Tangerang Selatan ini berkat dukungan dari kawan kawan komunitas kreatif yang tergabung dalam TCF,” katanya

Kota Tangsel Tangerang Selatan bisa dibilang salah satu Kota Industri kreatif terbaik di indonesia

Itu bukan kata saya tapi itu kata orang orang yang menyampaikan kepada kami, ternyata Tangsel ini beda, senimannya banyak .memang bukan hanya dari Tangsel aja ada yang dari bandung, tinggal di Tangsel ada yang dari Jakarta, Yogya, Medan dan lain sebagainya.

Mewujudkan kota ini menjadi kota industri kreatif, kenapa kita harus bangun kota industri kreatif, supaya kota ini ada nilai tambah

“Kota tanpa nilai tambah tentu saja tidak akan bisa berbeda dengan kota- kota lainnya.

Kalau kita cuma bikin kota pendidikan nggak ada, apalagi kota wisata banyak tapi kota industri ekonomi kreatif, mungkin Tangerang Selatan yang bisa mendeklarasikan itu. Dan sekali lagi itu melalui salah satu melalui program program testing, kalau komunitas seperti TCF sudah membuat program program internet,” urainya.

Saya merasa ada hal yang bisa kita kembangkan bersama sama dan alhamdulillah pak walikota kita beliau sangat luar biasa mendukung dari jawa bu airin pak walikota pabrik alhamdulillah sampai sekarang mendukung dan memberikan ruang seluas luasnya

“Yang penting kawan kawan yaitu selalu bercerita selalu menyampaikan masukan dan lain sebagainya pada kami karena sekali lagi otak kita ini kapasitasnya memorinya terbatas kalau kita memikirkan semua hal tidak mungkin, tapi kalau kita dikasih masukan masukan dan masukan insya allah semuanya yang baik itu bisa terwujud

Mudah mudahan 10 tahun tcf terus bermakna dan memberikan warna untuk masyarakat kota tangerang selatan untuk kota kita yang kita cintai kita bangun kota ini bersama sama melalui tangan kita kita membangun ibaratnya tukang bangunan satu persatu membahu membangun sebuah bata hingga menjadi sebuah rumah

“ni kita semua adalah tukang bangunan saya dan anda adalah sama, hanya berbeda tugasnya saja tapi anda punya tugas saya pun punya tugas,” pungkas Pilar. (sg)