Sertifikasi Selam TNI AL-POSSI 2023, Terima Materi Penyelaman Alam Terbuka

Olahraga70 Dilihat

Bisnismetro.id, KEP.SERIBU – Kegiatan kursus sertifikasi selam A2 POSSI tahun 2023 yang diikuti 30 personel baik Perwira, Bintara dan Tamtama Jajaran TNI AL, saat ini telah sampai pada tahap menerima pembelajaran praktek penyelaman di alam terbuka yang bertempat di Pulau Payung, Kepulauan Seribu, Kamis (30/11).

Pada materi penyelaman di alam terbuka kali ini, para peserta kursus mendapatkan beberapa materi pembelajaran seperti materi fin swimming, penyelaman dalam, penyelaman kompas, dan menyelam malam hari.

Kegiatan kursus yang diikuti dari berbagai Satuan Kerja (Satker) TNI AL seperti Denma Mabesal, Dispotmaral, Pushidrosal, Kormar, Koarmada I, Kolinlamil, Lanal Lhoksumawe, Lanal Nias, Lanal Bengkulu, Lanal Bangka Belitung, Lanal Bintan, Lanal Lampung dan Lanal Bandung ini walaupun dilaksanakan dalam waktu singkat, diharapkan akan mendapatkan pengetahuan dan pemahaman yang cukup untuk selanjutkan dilaksanakan di jajarannya masing-masing.

Materi lapangan tersebut bertujuan selain untuk mengembangkan profesionalitas personel TNI Angkatan Laut (TNI AL) khususnya dalam bidang selam juga untuk memberikan keterampilan kepada personel TNI AL agar memiliki kemampuan sebagai peselam Scuba Open dengan kualifikasi A2 POSSI.

Kegiatan ini juga untuk mengembangkan kemampuan dan profesionalitas personel TNI AL sebagai peselam dan insan potensi maritim guna mencapai keberhasilan dalam pelaksanaan tugas dalam pembinaan potensi maritim sehingga nantinya dapat diaplikasikan ke masyarakat maritim di lingkungan kerjanya.

Kursus selam A2 POSSI dibuka oleh Kepala Dinas Potensi Maritim  (Kadispotmaral) Brigjen TNI Mar Gatot Mardiyono pada tanggal 27 November kemarin dan direncanakan akan ditutup pada Jumat, tanggal 1 Desember 2023.

Kegiatan kursus sertifikasi selam A2 POSSI tahun 2023 ini sejalan dengan penekanan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali dimana TNI AL berfokus untuk meningkatkan kesiapan operasional baik Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) maupun satuan operasi diikuti dengan kemampuan kapabilitas Sumber Daya Manusia (SDM) dalam menjawab tugas-tugas yang bersifat multidimensi. (***)