Trader “Wait and See” Data Makro Amerika, Emas Bergerak Positif

Berita Utama, Ekonomi508 Dilihat

Bisnismetro.id, JAKARTA – Emas menguat, Kamis, dibantu pelemahan dolar dalam perdagangan yang menipis jelang libur akhir tahun, sementara pelaku pasar menunggu data ekonomi untuk arah lebih lanjut.

Harga emas di pasar spot naik 0,25% menjadi USD1.818,98 per ons pada pukul 13.19 WIB, sementara emas berjangka Amerika Serikat meningkat 0,15% menjadi USD1.828,20 per ons, demikian laporan Reuters, di Bengaluru, Kamis (22/12).

Indeks Dolar (Indeks DXY) turun 0,3%, membuat emas yang dihargakan dalam greenback lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.

Data produk domestik bruto Amerika untuk kuartal ketiga dan angka klaim pengangguran mingguan akan dirilis pada pukul 20.30 WIB. Trader juga akan mencermati data pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) yang dijadwalkan Jumat, untuk petunjuk inflasi.

“Emas bertahan dalam kisaran karena perdagangan relatif tipis dan investor dalam pola wait-and-see. Data PCE tersebut akan menjadi penting; jika inflasi terus turun, dolar akan semakin melemah dan emas bakal mendapatkan nada yang lebih mantap,” kata Edward Meir, analis ED&F Man Capital Markets.

Emas secara tradisional dikenal sebagai lindung nilai inflasi tetapi kenaikan suku bunga mengurangi daya pikat logam kuning tersebut karena tidak memberikan imbal hasil.

Federal Reserve menurunkan laju kenaikan suku bunga secara bertahap menjadi 50 bps pada Desember, setelah empat kali mengatrol suku bunga 75 bps berturut-turut. Namun, Chairman Fed Jerome Powell mengisyaratkan bahwa bank sentral AS akan menaikkan suku bunga lebih banyak tahun depan.

Emas melambung sekitar USD200 sejak jatuh ke level terendah lebih dari dua tahun pada akhir September karena ekspektasi seputar kenaikan suku bunga yang lebih lambat dari The Fed meredupkan pesona dolar.

Konsumen emas terbesar, China, melaporkan 3.030 infeksi Covid-19 pada 21 Desember, dibandingkan 3.101 sehari sebelumnya.

“Jika penguncian kembali dilakukan dan kita melihat kelumpuhan dalam ekonomi China, permintaan akan terpukul dan akan menjadi bearish bagi semua komoditas, termasuk emas dan logam industri lainnya,” ucap Meir.

Harga perak di pasar spot naik 0,19% menjadi USD24,24 per ons, platinum bertambah 0,46% menjadi USD1.006,60 dan paladium menguat 0,7% menjadi USD1.703,13. (***)