Pasar Minyak Masih “Oversupply” Hingga Maret 2018: Menteri Energi Saudi

Berita Utama, Ekonomi502 Dilihat

Bisnismetro.id, JAKARTA  – Dunia masih mengalami surplus minyak pada akhir Maret 2018, tutur Menteri Energi Arab Saudi, menandakan keinginan untuk memperpanjang pengurangan produksi ketika OPEC bertemu akhir bulan ini.

Khalid al-Falih juga mengatakan bahwa dia tidak ingin harga minyak meningkat terlalu cepat dan terlalu dini sehingga mengejutkan konsumen, menambahkan bahwa jalan keluar dari pemotongan produksi akan bertahap untuk memastikan reaksi pasar relatif smooth.

“Kita harus menyadari bahwa pada akhir Maret kita tidak akan berada pada level yang kita inginkan, yakni rata-rata lima tahun, itu berarti perpanjangan dari sejumlah hal,” katanya, mengacu pada tingkat persediaan di negara maju, seperti dilansir Reuters, Jumat (17/11).

“Kita telah melampaui 50 persen dalam mengurangi persediaan berlebih, itu berarti kita masih memiliki persediaan berlebihan yang perlu kita kurangi,” katanya kepada wartawan di sela-sela konferensi iklim PBB di Bonn, Jerman.

“Kami tidak menginginkan lonjakan harga yang mengejutkan pasar. Kami tidak ingin ada pergerakan harga yang tidak sehat untuk permintaan.”

Ketika ditanya tentang lonjakan harga minyak baru-baru ini ke level tertinggi dua tahun, November, dia mengatakan, “Saya tidak terganggu oleh kenaikan harga jangka pendek dan saya tentu saja tidak meluangkan waktu untuk melihat hedge fund dan arus masuk ke instrument investasi finansial.”

Falih mengatakan terlalu dini untuk membuat penilaian tentang kemungkinan perpanjangan pemangkasan produksi minyak OPEC saat ini, namun menegaskan bahwa Arab Saudi ingin membuat keputusan perpanjangan pada pertemuan OPEC berikutnya, akhir bulan ini.

“Pertemuan 30 November akan menjadi tonggak penting untuk mengumumkan jalan ke depan. Preferensi saya adalah memberikan kejelasan ke pasar dan mengumumkan pada 30 November apa yang akan kita lakukan.”

Dia mengatakan bahwa Riyadh sedang dalam konsultasi ekstensif dengan semua rekan-rekannya di seluruh dunia di dalam maupun di luar OPEC.

Ketika ditanya apakah Rusia berkomitmen, Falih mengatakan: “Saya telah melakukan konsultasi ekstensif dengan rekan-rekan Rusia dan saya akan mengadakan beberapa lagi dalam dua pekan ke depan, namun saya tahu satu hal adalah bahwa Rusia berkomitmen untuk bekerja sama dengan Arab Saudi dan 24 negara lainnya yang telah bersatu tahun lalu.”

Dia mengatakan OPEC akan memiliki gambaran yang lebih baik mendekati pertemuan pertemuan mengenai fundamental pasar yang akan membantu dalam pengambilan keputusan.

“Kami menunggu data Oktober dikembangkan sepenuhnya dan dibagi dengan tim teknis (OPEC),” ungkap Falih.

“Kami juga menunggu proyeksi yang lebih baik dari kuartal keempat dan kuartal pertama yang biasanya permintaan lebih rendah dan kami akan memiliki gambaran pasokan dari sumber yang bukan bagian dari kesepakatan. Itu akan memberikan kita prediksi yang lebih baik, kapan pasar akan seimbang dan mengakhiri konsultasi. ”

Ditanya bagaimana OPEC akan menghadapi guncangan pasokan potensial ke pasar termasuk dari anggotanya, Venezuela, di mana produksi minyak mencapai titik terendah 28 tahun, baru-baru ini, dia mengatakan bahwa reaksi kartel akan bergantung pada lamanya gangguan tersebut.

“Jika berkepanjangan, kita akan mengambil tindakan yang tepat untuk memastikan bahwa konsumen di seluruh dunia tidak kekurangan minyak”.

“Saya meyakinkan kalian semua bahwa tidak ada yang kekurangan minyak tetapi pada saat bersamaan kami tidak akan menghentikan upaya kami sampai persediaan global diseimbangkan kembali,” katanya. (***)

Sumber: Ipodnews