Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2023 tema Gotong Royong Membangun Peradaban dan Pertumbuhan Global

Megapolitan139 Dilihat

Bisnis Metro,TANGERANG SELATAN- Penerintah Kota Tangerang Selatan bersama Forkopimda menggelar Upacara Bendera dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila tanggal 01 Juni, betema Gotong Royong Membangun Peradaban dan Pertumbuhan Global, di lapangan Cilenggang Serpong, Kamis 01/6/2023)

Walikota Tangerang Selatan Benyanin Davnie, selaku inspektur pada kesempatan pembacaan Amanat, mengatakan bahwa upacara ini meneguhkan komitmen bersama agar lebih mendalami menghayati dan mengamalkan Nilai-nilai luhur Pancasila sebagai dasar masyarakat berbangsa dan bernegara.

Pancasila merupakan hasil dari satu kesatuan proses yang dimulai dengan rumusan Pancasila 01 Juni 1945 yang dipidatokan Ir Soekarno.

“Harus diingat bahwa kodrat bangsa Indonesia adalah keberagaman berbagai etnis, adat istiadat, agama, kepercayaan dan golongab, bersatupadu membentuk Indonesia,^ ungkapnya.

Namun kehidupan berbangsa dan bernegara mengalami tantangan kebhinekaan.

“Kita sedang diuji saat ini ada pandangan dan tindakan yang mengancam kebhinekaan tunggal ika kita, saat ini ada sikap tidak toleran yang mengusung Ideologi selain Pancasila,” katanya.

Masalah ini semakin mencemaskan tatkala diperparah oleh penyalagunaan media sosial yang banyak menggunakan hoax atau berita kebohongan.

Lanjut Benyamin, perlu belajar dari pengalaman buruk negara lain yang dihantui oleh radikalisme, konflik sosial, terorisme dan perang saudara. Dengan Pancasila dan UUD 1945 dalam bingkai NKRI dan Bhineka Tunggal Ika, kita bisa terhindar dari masalah tersebut, kita bisa hidup bergotong toyong untuk memajukan Negeri.

Dengan Pancasila, Indonesia adalah harapan dan rujukan masyarakat Internasional untuk membangun dunia yang damai adil dan makmur di tengah kemajemukan,.

“Oleh karena itu, saya mengajak peran aktif kita semua tokoh masyarakat, pendidik, pelaku seni-budaya, pelaku media, jajaran birokrasi, TNI dan Polri, serta seluruh komponen masyarakat untuk menjaga Pancasila. Pemahaman dan pengamalan Pancasila dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, harus terus ditingkatkan,” katanya.

  1. Kenudian, ceramah keagamaan, materi pendidika, fokus pemberitaan dan perdebatan media sosial, harus menjadi bagian dalam pendalaman dan pengalaman Nilai-Nilai Pancasila. “Namun demikian, kita tetap harus waspada dari segala bentuk pemahaman gerakan yang tidak sejalan dengan Pancasila, pemerintah pasti bertindak tegas terhadap organisasi dan gerakan yang anti Pancasila anti UUD 1945, anti NKRI anti Bhineka Tunggal Ika.” tuturnya.

Pemerintah pasti bertindak tegas, jika masih terdapat paham dan gerakan komunisme yang jelas-jelas sudah dilarang oleh Bumi Indonesia. “Sekali lagi, Jaga Perdamaian, Persatuan dan jaga Persaudaraan diantara kita, mari kita saling bersikap Santun saling Menghormati saling Membatu, saling Toleran untuk kepentingan bangsa, Mari kita saling bahu membahu bergotong royong demi kamajuan Bangsa Indonesia,” tandasnya.

Perangkat upacara kali ini, diantaranya, Komandan Upacara, Mayor Kav Ari Parokoso Wijayanto (Wadanyon Kav 9/SDK), lalu pembaca Teks Pancasila ,Abdul Rhosid (Ketua DPRD Tangsel), kemudian pembaca Pembukaan UUD 1945 oleh Syaifudin (Camat Serpong), dan Pengibar Bendera Merah Putih oleh tim Paskibraka Tangsel.(sg)